Ketua Komisi II DPRD Kalsel Paman Yani, Tekankan Stok Aman dan Harga Stabil Saat Ramahan 1447 H

Wartaniaga.com, Banjarmasin — DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) meminta pemerintah daerah memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman serta harga tetap terjangkau bagi masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 H.

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi yang akrab disapa Paman Yani, menegaskan masyarakat membutuhkan kepastian pasokan pangan dengan harga yang stabil, terutama saat permintaan meningkat menjelang hari besar keagamaan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ia meminta seluruh dinas terkait, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan hingga perdagangan, bekerja maksimal dalam menjaga distribusi serta mengendalikan harga di pasaran.

“Yang kita inginkan, barang tersedia dan harganya terjangkau. Jangan sampai setiap Ramadan harga selalu melonjak tinggi dan memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga dalam batas wajar masih dapat dimaklumi. Namun, lonjakan hingga 50 persen sampai 100 persen dinilai tidak wajar dan harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Ia juga mengingatkan Dinas Perdagangan agar rutin menggelar operasi pasar. Dalam pembahasan anggaran 2026, DPRD telah menekankan pentingnya pengawasan ketat untuk menekan gejolak harga serta menjaga daya beli masyarakat.

“Operasi pasar penting untuk menekan harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman bagi warga Kalsel,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan atau Gia, memastikan sejumlah komoditas utama dalam kondisi aman. Ia menyebut stok gula dan minyak goreng relatif stabil, sementara produksi beras mengalami surplus dengan capaian sekitar 1,5 juta ton dari hasil panen tahun ini.

Untuk komoditas daging ayam, terjadi kenaikan harga akibat meningkatnya harga pakan ternak. Meski demikian, kenaikan tersebut masih dalam kategori wajar.

“Harga daging ayam sekitar Rp40 ribu per kilogram, naik sekitar Rp5 ribu hingga Rp6 ribu dibanding dua bulan lalu. Itu masih kategori wajar,” jelasnya.

Kenaikan harga cabai, lanjutnya, disebabkan banyak lahan pertanian terendam banjir sehingga terjadi gagal panen dan berimbas pada berkurangnya pasokan di pasar.

“Cabai naik karena banyak kebun terendam banjir. Kalau barang sedikit sementara permintaan tinggi, otomatis harga naik. Ini juga terjadi di daerah lain,” ujarnya.

Untuk mencegah praktik penimbunan dan permainan harga, Dinas Perdagangan bersama Polda Kalsel tergabung dalam Tim Saber Pangan yang melibatkan Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, serta Bulog.

Tim tersebut melakukan pemantauan rutin di lapangan. Jika ditemukan pelanggaran seperti penimbunan barang untuk dijual saat harga tinggi, sanksi dapat dikenakan sesuai ketentuan Undang-Undang Ketahanan Pangan.

“Saat ini ada beberapa temuan, tetapi masih dalam kategori ringan dan sudah diberikan teguran. Belum ada pelanggaran berat,” ungkap Gia.

Ia menegaskan pengawasan akan terus diperkuat agar distribusi tetap lancar dan harga bahan pokok tidak melonjak tajam selama Ramadan hingga Idulfitri.

Editor: Aditya

Pos terkait