Wartaniaga.com, Tanah Laut – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mendorong penguatan sektor peternakan dari hulu hingga hilir sebagai langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat kegiatan monitoring ke UPT Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian serta Kelompok Tani Budidaya di Desa Pulau Sari, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Jumat-Sabtu (12-13/6/2026).
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, H. Suripno Sumas, S.H., M.H., mengatakan kunjungan ke UPT Direktorat Jenderal Peternakan memberikan gambaran mengenai besarnya potensi pengembangan pembibitan ternak di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, ketersediaan lahan dan bibit ternak yang dimiliki saat ini menjadi modal penting untuk memperkuat sektor peternakan sekaligus mendukung kebutuhan pangan di wilayah Kalimantan.
“Dari sini kami melihat potensi yang sangat besar, baik dari sisi lahan maupun ketersediaan bibit. Kami berharap UPT ini terus dikembangkan sehingga tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan Kalimantan Selatan, tetapi juga menjadi pemasok bibit ternak bagi provinsi-provinsi lain di Kalimantan,” ujarnya.
Suripno menilai keberadaan UPT tersebut memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan bibit unggul sapi, kambing, dan itik. Karena itu, Komisi II DPRD Kalsel mendukung berbagai program pengembangan peternakan yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan menuju tahun 2030.
Selain meninjau pembibitan ternak, rombongan Komisi II juga melakukan monitoring ke Kelompok Tani Budidaya di Desa Pulau Sari. Di lokasi tersebut, para anggota dewan melihat secara langsung aktivitas masyarakat yang meliputi peternakan sapi, kambing, ayam, hingga pengolahan pupuk.
Suripno mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Kelompok Tani Budidaya dan Pemerintah Desa Pulau Sari dalam mengembangkan usaha produktif masyarakat. Menurutnya, pola pemberdayaan yang diterapkan dapat menjadi contoh bagi kelompok tani maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di daerah lain.
“Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah desa yang dilakukan di sini sangat baik. Program-program yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan layak menjadi contoh bagi daerah lain di Kalimantan Selatan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, H. Jahrian, S.E., mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan baik di UPT pembibitan ternak maupun Kelompok Tani Budidaya. Ia menilai pengembangan peternakan dan pemberdayaan kelompok tani merupakan langkah nyata dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis sektor peternakan.
“Melihat langsung potensi pembibitan ternak dan keberhasilan kelompok tani tentu menjadi hal yang membanggakan. Ini membuktikan bahwa sektor peternakan memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Jahrian menambahkan, hasil monitoring tersebut memberikan optimisme terhadap masa depan sektor peternakan di Kalimantan Selatan. Ia berharap berbagai keberhasilan yang telah dicapai dapat terus ditingkatkan guna mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan monitoring ini, Komisi II DPRD Kalsel menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan sektor peternakan sebagai salah satu pilar penting pembangunan ekonomi daerah dan ketahanan pangan di Banua.
Editor: Aditya




















