2 views

Bisnis Startup Banua Kurang Inovatif

WartaNiaga.com, Banjarbaru – ed. Selain itu, kesuksesan tokopedia, Gojek dan Traveloka menjadi pemicu bagi yang lain untuk mengikutinya. Di Banua banyak bertumbuh berbagai layanan jasa mengggunkan aplikasi dan sosial media terutama di Banjarmasin dan Banjarbaru.

Andi Riza, seorang pakar startup mengatakan, peluang bisnis startup didaerah masih terbuka lebar. “Peluang bisnis startup masih terbuka lebar khsusunya di daerah kita, masih banyak produk dan jasa yang dapat dijual melalui aplikasi” katanya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, ada berbagai model bisnis stratup yang dapat dikembangkan seperti model premium, subription, marketplace, on demand service, advertising dan direct selling. Tinggal memilih model yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi daerahnya.

Namun, Andi menyayangkan dari sekian banyak pelaku bisnis stratup yang ada di Banua umumnya memilih jasa transportasi dan layanan antar berbasis online. Meskipun cukup banyak peluang lain yang bisa dijadikan pilihan.

BACA JUGA:  Waspada Investasi Bodong, OJK : Perhatikan 2 L

On Demand Service atau jasa layanan antar berbasis online  adalah model yang banyak digunakan oleh pelaku startup di Banua sedangkan untuk model lain belum ada yang melirik. Mungkin ini karena terinspirasi Gojek atau Grab hingga kurang inovatif dalam  memilih model lain” jelas pembuat aplikasi Sipomas (aplikasi layanan online miliki Polres Kotabaru) ini.

Menurutnya, bisnis startup sangat kompetitif  jika tidak berinovasi dan memiliki konsep yang kuat maka bukan tidak mungkin akan terancam dengan perusahaan nasional yang memiliki modal kuat. Terlebih lagi  perusahaan itu sudah berekspansi ke berbagai daerah termasuk Kalsel.

“ Hanya ada beberapa usaha online di sini  yang sudah menggunakan aplikasi sedang yang lainnya masih memakai sosial media, itupun sepertinya aplikasi yang masih sederhana. Diperlukan dana yang besar untuk membangun aplikasi yang profesional dan trik yang beda dari bisnis konvensional agar mampu bersaing dengan perusahaan stratup nasional yang memiliki burn rate tinggi serta modal untuk promosi yang gede” jelas finalis kompetisi startup SPICA Runaway Indonesia ini.

BACA JUGA:  Perikanan Jadi Sektor Prioritas Ekonomi Baru Kalsel

Bagi pria yang telah beberapa kali membuatkan aplikasi untuk perusahaan di Jakarta dan Balikpapan ini, perlu ada beberapa faktor yang diperhatikan dalam membuat aplikasi antara lain fungsi dan fiturnya berjalan normal, tidak mudah error.

“Kalau cuma sewa shared hosting murah pasti down dihajar pelanggan, paling tidak berlangganan VPS atau Colocation di Data Center. Selain itu perlu juga diperhatikan keamanan data, aplikasi berfungsi selama 24 jam, mampu menangani transaski dari pelanggan  dan fungsi fitur berjalan normal” kata pembuat aplikasi Alim dan Tabantu ini.

Sebenarnya menurut Andi jika startup Banua ingin dapat berkembang dan bersaing dengan yang lain perlu modal dan inovatif.

BACA JUGA:  Soal Direksi Bank Kalsel. OJK Tunggu Pengajuan Berikutnya.

“ Selain tim yang solid, inovatif dan konsep yang kuat dimana perlu melihat ceruk lain  dari perusahaan stratup nasional agar tidak berhadapan dengan mereka, inilah yang perlu diperhatikan agar startup Banua mampu berkembang” tuturnya kepada Wartaniaga.com seraya menambahkan tak terkecuali modal yang relative besar.

Reporter : ****

Editor : Didin Ariyadi

Foto : Net

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *