Komisi II DPRD Kalsel Dorong Penguatan Modal Jamkrida, Pelajari Skema Kerja Sama Daerah di Bali

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, H Muhammad Yani Helmi (Kemeja Kuning)

Wartaniaga.com, Bali– Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan bersama PT Jamkrida Kalsel (Perseroda) melakukan studi komparasi ke PT Jamkrida Bali Mandara (JBM) di Denpasar, Bali, Senin (22/6/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkuat kapasitas perusahaan sekaligus memperluas layanan penjaminan bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mengatakan salah satu fokus kunjungan adalah mempelajari mekanisme kerja sama antara perusahaan penjaminan daerah dengan pemerintah kabupaten/kota, terutama terkait penyertaan modal.

Menurutnya, meski kondisi PT Jamkrida Kalsel saat ini tergolong sehat, penguatan permodalan tetap diperlukan agar cakupan layanan kepada masyarakat semakin luas.

“Untuk memperluas pelayanan, sisi permodalan perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui dukungan dan kerja sama dari pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan,” ujar politisi yang akrab disapa Paman Yani usai pertemuan dengan jajaran PT JBM.

Ia berharap PT Jamkrida Kalsel dapat membangun komunikasi yang intensif dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan maupun pemerintah kabupaten/kota guna memperoleh dukungan penyertaan modal melalui APBD.

Paman Yani menegaskan DPRD Kalsel siap memberikan dukungan apabila diperlukan dalam proses komunikasi dan koordinasi dengan kepala daerah.

“Kami siap mendampingi jika diperlukan, baik saat berkomunikasi dengan gubernur maupun para bupati dan wali kota. Tujuannya agar penguatan modal ini dapat terealisasi demi kemajuan Jamkrida Kalsel,” katanya.

Selain mempelajari aspek permodalan, rombongan DPRD Kalsel juga tertarik dengan salah satu program unggulan PT Jamkrida Bali Mandara yang memberikan akses pembiayaan bagi generasi muda yang ingin bekerja ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Menurut Paman Yani, skema tersebut berpotensi diterapkan di Kalimantan Selatan untuk membantu para pemuda yang ingin bekerja di luar negeri namun terkendala biaya keberangkatan.

“Program ini sangat menarik. Jika dapat diterapkan di Kalsel, tentu akan membuka peluang lebih luas bagi anak-anak muda yang ingin bekerja di luar negeri dengan dukungan jaminan kredit dari Jamkrida,” jelasnya.

Sementara itu, Komisaris Independen PT Jamkrida Bali Mandara, I Nengah Usdek Maharipa, berharap perusahaan penjaminan daerah di seluruh Indonesia dapat terus berkembang dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Semoga Jamkrida Bali maupun Jamkrida Kalsel semakin maju dan semakin dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Direktur Bisnis PT JBM, I Made Gde Budi Dwipayana, menilai keterlibatan pemerintah kabupaten/kota dalam penyertaan modal menjadi faktor penting untuk memperkuat perusahaan penjaminan daerah.

Ia menambahkan, mayoritas pelaku UMKM berada di wilayah kabupaten/kota sehingga dukungan pemerintah daerah akan berdampak langsung terhadap pengembangan layanan penjaminan bagi sektor usaha tersebut.

“Penguatan dari kabupaten dan kota sangat dibutuhkan. Dengan adanya penyertaan modal dari daerah, kapasitas Jamkrida akan semakin kuat dalam mendukung UMKM,” pungkasnya.

Editor: Aditya

Pos terkait