Tahun Depan, Bisnis Properti Diperkirakan Cerah

  • Whatsapp
Hairian Murwandi, Direktur Alfath group

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Pertumbuhan pasar properti pada tahun 2017 ini disebut-sebut sebagai masa stagnan. Kondisi perekonomian Indonesia yang belum terlalu baik, menjadi salah penyebabnya. Kendati pemerintah telah memberikan stimulus untuk mendorong pertumbuhan, namun hal itu tidak berjalan mulus.

Tahun depan menjadi harapan bagi tumbuhnya bisnis ini. Betapa tidak, triwulan ke 4 tahun ini, dirasakan  pertumbuhan ekonomi nasional mulai naik. Hal ini menjadi salah satu pertanda iklim properti tanah air juga ikut membaik.

Muat Lebih

Hairian Murwandi, Direktur Alfath Banjarmasin, memperkirakan iklim properti di Tanah Air tahun 2018 mendatang akan lebih cerah dibanding tahun ini.

BACA JUGA:  FEsyar Bukukan Omset Rp 2,6 T

“ Minimal stabil. Dan kemungkinan besar  tahun depan iklim properti Tanah Air  akan mengalami peningkatan hingga pada puncaknya tahun 2020 nanti” ujar pria yang sedang membangun 4 proyek perumahan ini.

Alasannya, menurut Rian, titik terendah iklim properti ada ditahun 2016 yang lalu dan berdasarkan  siklusnya dari titik itu akan semakin naik hingga 5 tahun dengan puncaknya di tahun 2020.

Meski demikian, bakal calon ketua HIPMI kota Banjarmasin ini menuturkan bisnis properti buka hanya bergantung pada perekonomian tetapi juga bagaimana strategi marketing dari developer.

“ Walaupun kondisi ekonomi baik, kalau pola pemasaran yang dimiliki kurang baik juga tidak dapat merebut pasar. Tetapi sebaliknya, bisa saja kondisi ekonomi kurang baik namun penjualan baik. Ini tergantung pada developer dan strategi marketingnya”  kata pemilik Wadah Batik Diva ini kepada wartaniaga.com

BACA JUGA:  Peringati HUT KPR, BTN Akadkan 400 Unit Rumah Subsidi

Dirinya mencontohkan, meski saat ini kondisi ekonomi belum terlalu baik, perumahan yang dibagunnya rata-rata sudah terjual 50 persen. Royal Alfath, misalnya  dari 90 unit sudah terjual 45 unit, Alfath Premeire dari 94 unit sudah laku 50 unit begitu juga  perumahan subsidi yang dibangunnya di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar berjumlah 94 unit sudah laku 35 unit.

Lebih lanjut, pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang Agribisnis, Agro Industri dan Kemaritiman Hipmi Kota Banjaramsin ini mengungkapkan sektor properti akan mengalami titik balik bila pertumbuhan kreditnya sudah di atas 10 persen.  “ Saat ini masih dikisaran 9 persen, jadi bakal tidak lama lagi akan menyentuh level 10. Namun, pertumbuhan itu baru mencapai puncaknya pada 2019-2020.”  Tambah pria yang juga aktif sebagai anggota komunitas TDA Banjarmasin ini.

BACA JUGA:  Perekonomian Banua Melambat, Pemprov Kalsel Harus Bertindak Cepat Menyelesaikannya

Senada dengan Rian, HM Yamin juga berharap pertumbuhan bisnis sektor properti ditahun depan akan lebih baik dari tahun ini. “ Tahun ini tidak sesuai dengan yang diharapkan, sektor properti masih lesu” tutur pemilik Graha Bakti Mulia ini.

Menurut Anggota DPRD Kota Banjarmasin ini dari 3 proyek yang dibangunnya  penjualannya masih belum memuaskan. “ Kita berharap tahun depan penjualan perumahan akan meningkat seiring peningkatan ekonomi masyarakat” ujar Ketua DPC  Gerindera Kota Banjarmasin ini.

Reporter : ***

Editor : Didin Ariyadi

Foto : Koleksi Pribadi

 

Pos terkait