Wartaniaga.com, Tanjung– Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan pentingnya penguatan UMKM berbasis potensi lokal sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah UMKM binaan PT Adaro Indonesia di Kabupaten Tabalong, Jumat (17/7/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung perkembangan usaha masyarakat yang telah mendapatkan pendampingan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sekaligus menyerap berbagai masukan terkait pengembangan UMKM di daerah.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah rumah produksi Auk Sukma di Desa Pasar Lama, Kecamatan Murung Pudak. UMKM tersebut berhasil mengembangkan produk otak-otak berbahan dasar ikan bandeng yang kini telah dipasarkan ke berbagai daerah.
Meski proses distribusi masih mengandalkan cooler box untuk menjaga kualitas produk selama pengiriman, usaha tersebut dinilai memiliki prospek yang besar untuk terus berkembang.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Suripno Sumas, mengapresiasi inovasi yang dilakukan pelaku UMKM dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah.
Menurutnya, inovasi serupa perlu terus dikembangkan dengan memanfaatkan berbagai jenis ikan lokal yang melimpah di Kalimantan Selatan agar semakin banyak produk unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar.
“Kami sangat mengapresiasi Ibu Sukma yang telah berhasil mengembangkan usahanya. Harapan kami, inovasi ini terus dikembangkan, tidak hanya menggunakan ikan bandeng, tetapi juga ikan-ikan lokal lainnya yang memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Kami juga berharap PT Adaro Indonesia terus memberikan pembinaan dan pendampingan kepada para pelaku UMKM,” ujar Suripno.
Selain meninjau rumah produksi otak-otak bandeng, rombongan Komisi II juga mengunjungi UMKM binaan PT Adaro Indonesia di Desa Lok Batu, Kecamatan Haruai.
Di lokasi tersebut, pelaku usaha mengembangkan produk sambal berbahan dasar daging keong yang menjadi salah satu inovasi olahan pangan khas daerah dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan.
Perwakilan CSR Department PT Adaro Indonesia, Iwan Ridwan, mengatakan perusahaan berkomitmen untuk terus mendampingi para pelaku UMKM di wilayah operasional melalui pembinaan yang berkelanjutan.
Pendampingan tersebut mencakup penguatan kapasitas usaha, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan akses pemasaran agar UMKM mampu tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.
“Tadi kami juga menerima berbagai masukan, mulai dari proses hulu hingga hilir dalam pembinaan UMKM. Kami berharap pendampingan ini dapat terus berjalan sehingga UMKM semakin mandiri dan mampu berkembang secara berkelanjutan hingga masa akhir operasional tambang,” ungkapnya.
Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menilai sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan UMKM yang tangguh dan berdaya saing.
Melalui kolaborasi tersebut, DPRD berharap semakin banyak produk unggulan berbasis potensi lokal yang mampu menembus pasar yang lebih luas, meningkatkan pendapatan pelaku usaha, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.
Editor: Aditya




















