Angka Pengaduan Sengketa Konsumen di Kalsel Menurun

  • Whatsapp
Ketua BPSK Kalsel

Wartaniaga.com, Banjarmasin – Ketua Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel), Syahrani, mengungkapkan jumlah angka pengaduan sengketa konsumen di wilayan ini mengalami penurunan dibanding tahun 2021. Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara peringatan Hari Konsumen Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional di Dinas Perdagangan Kalsel, Jum’at (20/5) akhir pekan lalu.

Menurunnya jumlah pengaduan sengketa konsumen itu menurutnya dikarenakan peredaran transaksi ekonomi yang juga turun.

“Di tahun 2021 ada 22 kasus pengaduan, pada 2022 ini hingga bulan Mei, terjadi penurunan angka pengaduan, ini bukan berarti ada kesadaran dari konsumen atau pelaku usaha tetapi bisa jadi karena peredaran transaksi ekonomi yang menurun” kata Syahrani.

BACA JUGA:  Dinsos Bangun Rumah Kube Untuk Kurangi Angka Kemiskinan

Saat ditanya jumlah angka pengaduan konsumen, Syahrani menuturkan bahwa tahun lalu hingga April 2021 ada sekitar 12 kasus pengaduan, sementara di tahun ini di bulan yang sama hanya ada 6. Ini berarti terjadi sekitar 50% penurunan,

“Di tahun 2019 ada 35 kasus pengaduan, ini ketika covid dan menjelang covid di akhir tahun, lalu ketika covid yaitu di tahun 2020 ada 21 kasus dan 2021 ada 22 kasus, ini mungkin imbas dari covid.
Lalu tahun ini, di 2022 sampai dengan april ada 6 kasus, padahal di bulan yg sama di tahun 2021 terjadi sampai 12 kasus,” jelasnya.

Sementara itu, jenis pengaduan yang sering dikeluhkan konsumen ada banyak, namun yang umum yaitu terkait pembiyaan perumahan, leasing, dan pembiayaan kontan.

BACA JUGA:  Bank Indonesia Sebut Tiket Pesawat Penyebab Inflasi

“Untuk jenis pengaduan yang terbanyak itu masalah perumahaan, pembiayaan leasing, dan pembayaran kontan namun tidak terakomodir keabsahannya”, tambahnya.

Reporter : M Syafi’i
Editor : Nirma Hafizah

Pos terkait