Penambang di Pesisir Kalsel Bahas Peningkatan SDM

  • Whatsapp
Tambang di Pesisir Kalsel Bahas Peningkatan SDM

Wartaniaga.com, Banjarbaru – Para pengusaha penambang di wilayah Banjar Pesisir bahas pemanfaatan lahan bekas tambang untuk sumber daya manusia (SDM) setempat baik dari sektor sosial, pendidikan maupun keagamaan bersama pemangku kepentingan dan masyarakat setempat di hotel G rand Dafam Q Banjarbaru, Jumat 1/11/2019.

Dalam pembahasan dialog dua arah tersebut turut dihadiri oleh SHEC Manager yakni Delma Azrin dan Akademisi Dr. Ir Taufik Hidayat MSi dari Pusat Studi Kependudukan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sebagai narasumber.

Muat Lebih

Site Manager & Kepala Teknik Tambang PT Arutmin Indonesia, Ahmad Juaeni mengungkapkan program PT. Arutmin Indonesia (AI) untuk 5 tahun kedepan sangat mendapatkan apresiasi dari masyarakat yang langsung terkena dampak dari pertambangan.

BACA JUGA:  Perguruan Tinggi Farmasi Dituntut Terapkan Teknologi Digital

Tambang di Pesisir Kalsel Bahas Peningkatan SDM

“Semua yang diprogramkan akan terus berkesinambungan sampai beberapa keturunan anak cucu kemudian,” ucapnya kepada wartaniaga.com, Jumat (1/11).

Kemudian Supervisor CDEA PT. Arutmin Indonesia (AI) Penambang Batulicin Bapak Irfan Nurhidayat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih sebesar besarnya kepada PT AI yang selalu memberi dampak positif kepada warga setempat.

Acara berlangsung sekitar 3 jam, banyak hal yang dibahas dan beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh LSM, Dinas Pemerintahan dan Kepala Desa kepada Narasumber. Di antaranya mengenai peningkatan sumber daya manusia, pemanfaatan lahan bekas pambang dari sektor sosial, pendidikan, keagamaan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekcam Simpang Empat, H Abdul Wahid, Kepala Desa Mekarsari, Kepala Desa Sungai Dua dan perwakilan dari PT. Jhonlin Group, Andy Rudi serta Kholid Comdev dan banyak lagi yang lainnya.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Kalsel : Saatnya Kalimantan Punya Kereta Api

Reporter : Bambang
Editor : Muhammad Zahidi
Foto : Bambang

L

Pos terkait