Wartaniaga.com, Tanah Laut – Desa Bajuin, Kabupaten Tanah Laut, memiliki potensi lingkungan lokal yang dinilai sangat strategis untuk dikembangkan sebagai sumber belajar dalam pendidikan berbasis lingkungan. Keberadaan sungai, vegetasi hijau, ruang terbuka, serta aktivitas masyarakat yang menyatu dengan alam menjadi daya tarik tersendiri, tidak hanya sebagai potensi wisata tetapi juga sebagai sarana edukasi.
Potensi tersebut menjadi fokus pengamatan yang dilakukan oleh Syarifuddin, S.Pd., M.Pd., CLOT bersama tim yang terdiri dari Supri Yanto, S.Pd. dan Arie Rizky, S.Pd. Kegiatan ini merupakan bagian dari aktivitas akademik yang bertujuan menghasilkan jurnal penelitian mengenai pendekatan ekopedagogik berbasis potensi lingkungan lokal di Desa Bajuin.
“Pendekatan ekopedagogik menempatkan lingkungan sebagai ruang belajar yang hidup dan kontekstual. Melalui pendekatan ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan dari buku pelajaran, tetapi juga diajak memahami secara langsung hubungan antara manusia, alam, dan tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan,” jelas Syarifuddin.
Ia mengatakan, berbagai unsur lingkungan yang terdapat di Desa Bajuin, seperti sungai, vegetasi, tanah, dan aktivitas masyarakat sehari-hari, dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Pendekatan ini dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih nyata dan bermakna.
Lanjut, Syarifuddin menjelaskan bahwa potensi alam yang dimiliki Desa Bajuin dapat berfungsi sebagai laboratorium alam untuk menumbuhkan kesadaran ekologis. Melalui pembelajaran berbasis lingkungan, peserta didik dapat memahami pentingnya menjaga kebersihan sungai, merawat vegetasi, mengelola sampah dengan baik, serta mengenali dampak berbagai aktivitas manusia terhadap lingkungan.
“Selain meningkatkan pemahaman akademik, pembelajaran berbasis lingkungan lokal juga diharapkan mampu membangun karakter peduli lingkungan sejak dini. Dengan memanfaatkan sumber belajar yang tersedia di sekitar mereka, peserta didik dapat mengembangkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan,” bebernya.
Melalui kegiatan penelitian ini, diharapkan lahir berbagai gagasan ilmiah yang dapat memperkuat implementasi pendidikan berbasis lingkungan lokal. Desa Bajuin tidak hanya menjadi ruang untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga menjadi tempat belajar, meneliti, dan membangun kesadaran ekologis. Dari lingkungan sekitar, pendidikan dapat tumbuh secara lebih kontekstual dan memberikan makna yang lebih mendalam bagi kehidupan masyarakat.
Editor: Aditya
Sumber: IST




















