PENA SAJIWA Membawa HSU Tembus 10 Besar KIA

Wartaniaga.com. Banjarbaru– Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Ketatnya pengawasan anggaran dan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi lewat terobosan inovasi *PENA SAJIWA* berhasil membawa HSU masuk dalam jajaran 10 Besar ajang bergengsi Kalsel Innovation Award (KIA).

Keberhasilan inovasi ini dipaparkan dalam sesi presentasi dan evaluasi di hadapan dewan juri yang berlangsung di Aula BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (28/07/2026). Inovasi ini digencarkan atas arahan Bupati HSU H. Sahrujani, yang sejak awal kepemimpinannya menegaskan pentingnya melakukan pendampingan penuh terhadap seluruh SKPD hingga ke tingkat desa dan pemberdayaan masyarakat.

​Salah satu fakta paling menarik yang disampaikan Wakil Bupati HSU Hero Setiawan, di hadapan juri KIA adalah munculnya kebijakan tegas namun unik dari pimpinan daerah. Jika ada OPD yang masuk dalam jajaran 5 penyerapan anggaran terendah, Bupati H. Sahrujani atau Wakil Bupati Hero Setiawan akan langsung ‘turun gunung’ dan berkantor di dinas tersebut untuk melakukan evaluasi total.

​”Atas arahan Pak Bupati, kami mendampingi seluruh SKPD sampai ke satuan terkecil. Jadi jangan coba-coba berada di posisi 5 terendah, karena Pak Bupati atau saya sendiri yang akan berkantor di OPD mereka,” tegas Iwan Alabio panggilan akrabnya Wakil Bupati di tengah pemaparannya.

*PENA SAJIWA: Membongkar Praktik ‘Copy-Paste’ Anggaran*
Sebagai salah satu inovasi utama, PENA SAJIWA menjadi “Mata Super” pimpinan daerah yang mampu melacak sekitar 540 program dan lebih dari 1.600 sub-kegiatan secara mendalam. Dalam pemaparannya di Aula BRIDA Kalsel, dijelaskan bahwa sistem Dashboard interaktif ini berhasil membongkar kebiasaan lama penyusunan anggaran, seperti praktik Copy-Paste sub-kegiatan dari tahun-tahun sebelumnya tanpa perencanaan real.

Sub-kegiatan yang tidak mengalami kemajuan atau capaian kinerjanya di bawah 50% akan otomatis ditandai dengan warna merah. Ini menjadi indikator awal bagi pimpinan daerah bahwa Kepala Dinas, Kabid, maupun Kasubag Program terkait belum berkoordinasi secara optimal.

Reporter: Darma Setiawan
Editor:Hariyadi

Pos terkait