KPU Kalsel Atur Penayangan Iklan Kampanye Pemilu di Media

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Peserta Pemilu 2019 dipastikan tidak dapat bebas menggunakan media massa sebagai media kampanye. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Selatan (Kalsel) menerapkan aturan  terkait penggunaan  media massa untuk kampanye. 

Hal ini diungkapkan Ketua KPU Kalsel, Sarmuji kepada sejumlah wartawan disaat penyerahan desain dan materi iklan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kalsel pada Kamis (14/3).

Muat Lebih

Dikatakanya, iklan kampanye para peserta pemilu akan diatur durasi, konten dan ukurannya dalam upaya menjaga Pemilu damai.

BACA JUGA:  Rudy Ariffin : Wartawan Adalah Mitra Kerja

“ Durasi penayangan untuk televisi hanya 30 detik untuk 10 spot dan radio 60 detik jika terdapat durasi lebih panjang, maka peserta harus menghapus atau memotongnya” ujarnya

Sedangkan jika peserta menggunakan media cetak sebagai sarana kampanye hanya 1 halaman per hari per media. “ Maksimal 1 halaman untuk media cetak, sedangkan media online  ukuran 970×250 pixel horisontal atau 298×598 pixel vertikal” jelasnya.

Namun demikian, sambung Sarmuji jika terdapat kesalahan peserta dapat memperbaikinya dan menayangkannya kembali. “ Kita beri batas waktu 4 hari untuk memperbaiki desain iklan yang tidak sesuai atauran” tambahnya.

Dirinya mengingatkan, peserta pemilu tidak boleh berkampanye dalam bentuk advetorial. “Iklan tidak boleh diperkenankan berbentuk berita atau advertorial karena berita merupakan produk jurnalistik” katanya.

BACA JUGA:  KPU Banjarmasin Mulai Sortir dan Lipat Surat Suara Pemilu

Reporter : Fathur Rahman

Editor : Y Erwanda

Foto : Fathur Rahman

Pos terkait