TPID Kalsel Mampu Menjaga Kestabilan Harga Jelang Ramadhan

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Menjelang bulan puasa Ramadhan dan evaluasi program kerja, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel  mengadakan Rapat kordinasi Daerah (Rakor), Selasa (15/5).

Gubernur Kalimantan Selatan, dalam sambutan yang disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Hermansyah, menyampaikan optimisme terhadap perekonomian di Kalsel. TPID di Kalsel memiliki kontribusi dalam mendorong perekonomian Kalsel.

Muat Lebih

Menurutnya, TPID  menunjukkan kinerja baik dalam menghadapi tantangan pengendalian harga tahun 2017 dan 2018. Hal itu khususnya terkait kebijakan subsidi energi yang berimbas pada kenaikan tarif listrik dan distribusi elpiji 3 kg.

BACA JUGA:  Di Balik Hattrick Piala Adipura Kota Banjarmasin

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dibarengi dengan inflasi yang semakin rendah diharapkan berujung pada kesejahteraan masyarakat yang secara riil meningkat nyata” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia,Kalsel yang juga Wakil Ketua TPID Kalsel, Herawanto menekankan betapa pentingnya peran TPID.

“TPID telah berhasil mengendalikan inflasi dalam sasaran meskipun tantangan yang dihadapi lebih berat karena dominasi  kelompok harga yang diatur oleh pemerintah”, papar Herawanto.

Realisasi inflasi KalSel pada tahun 2017 tercatat sebesar 3,73%. Angka  itu masih dalam rentan sasaran inflasi nasional 4±1%. Terkendalinya inflasi terlihat pada data inflasi tahunan per April 2018 tercatat semakin rendah yaitu sebesar 2,89%. Angka ini bahkan lebih rendah dari inflsai nasional yang tercatat sebesar 3,41%.

BACA JUGA:  Pemprov Kalsel Ajak Apindo Kembangkan Sektor Perkebunan

Upaya pengendalian inflasi tidak terlepas dari berbagai inovasi yang dilakukan seperti Berbagai program kerja inovatif diluncurkan oleh instansi yang juga tergabung dalam TPID, seperti program Rumah Pangan Kita, Toko Tani Indonesia, dan implementasi kebijakan Harga Eceran Tertinggi.

Rapat yang dipimpin oleh Kepala Biro Sarana Prasarana Perekonomian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Zulkifli, tersebut menghadirkan narasumber dari Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia dan Pokjanas TPID. Hasil akhir rapat menekan pentingnya koordinasi pengendalian inflasi di TPID, terutama dalam momentum-momentum krusial terjadinya tekanan inflasi.

Press Release Bank Indonesia

Editor : Didin Ariyadi

Foto : Dokumentasi BI

 

Pos terkait