6.500 Ton Pukuk Ilegal Rugikan Petani

  • Whatsapp
L

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Ribuan ton pupuk  yang ditemukan tim gabungan, Intel Korem 101/ Antasari bersama Reskrim Polresta Banjarmasin, Jum’at kemarin (4/5/) dipastikan ilegal. Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Pestisida Hayati Direktorat Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian Budi Hanafi.

Menurutnya, 6.500 ton pupuk itu terbukti tidak memiliki nomor pendaftaran di Kementerian Pertanian dan belum ada uji mutu. “ Kitas pastikan pupuk itu ilegal karena tidak terdaftar di Kementerian Pertanian, karena itulah tidak tercantum merek dan nomor pendaftaran dikarungnya” ujarnya

Muat Lebih

BACA JUGA:  Serangan Hama Ulat Grayak Ancam Gagal Panen Jagung di Pelaihari

Ditambahkannya, berdasarkan pasal 37 UU Nomor 12 tahun 1992 tentang Perlindungan Tanaman dinyatakan bahwa pupuk yang beredar di Indonesia harus terdaftar di Kementerian Pertanian, dan diuji mutu serta evektivitasnya. “Yang kami amankan karungnya polos, tidak berbahasa Indonesia, dan tidak SNI. Ini pupuk ilegal,” tegasnya.

Semnetara itu Danrem 101/Antasari Kolonel Inf Yudianto Putrajaya mengatakan, ditemukannnya pupuk Ilegal berkat informasi masyarakat. “Ini menandakan kedekatan TNI dengan masyarakat selalu terjalin dengan baik,” ujarnya.

Ia mengatakan, kasus ini akan diserahkan ke pihak kepolisian. “Informasi yang kami dapat, pupuk ilegal sudah ada diturunkan di daerah Taboneo. Yang ada ini, sisanya. Pupuk ini sangat merugikan petani, serta pemerintah,” bebernya.

BACA JUGA:  Pemerhati Lingkungan Tanah Laut Berhasil Ciptakan Pupuk dari Limbah Organik

Kapal Kargo MV Toyo Maru telah melaksanakan bongkar muat di muara Taboneo sebanyak 2.447 ton yang diangkut oleh TB Sumber Utama dan TG LGM 2588 dengan tujuan Pulang Pisau, Kalteng.

KAPAL Kargo MV Toyo Maru dengan jumlah kru 16 orang, agen kapal atas nama Apriansyah, agen Pelayaran Tri Daya Laju. Asal Kapal dari Bayukwan, China. Kapal ini memuat ribuan ton pupuk, dengan agen penerima PT Sri Rejeki yang beralamat di Simpang Anem, Banjarmasin Barat, sedangkan pemilik barang tercatat atas nama PT Graha Inti Jaya.

Rinciannya, yang sudah dibongkar di tongkang jumbo sebanyak 2.003 ton, dimana satu ton terdiri dari 200 sak dengan berat 50 kilogram per sak. Rencana yang akan dibongkar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sebanyak 4.100 ton dan akan disimpan di Gudang B Pelindo Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

L

Pos terkait