Prospek Ekonomi Kalsel 2018 Tumbuh dikisaran 5,4-5,8 Persen

  • Whatsapp
Kepala Bank Indonesia Kalsel, Harymurthy Gunawan

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Pertumbuhan ekonomi nasional mulai membaik sejak pertengahan tahun 2106 hingga saat ini. Hal ini juga berdamapak pada ekonomi daerah tidak terkecuali Kalimantan Selatan,  demikian diungkapkan Kepala Bank Indonesia Kalsel, Harymurthy Gunawan, pada pertemuan tahunan Bank Indonesia, dikantornya, selasa ( 12/12).

Menurutnya,  prospek perekonomian Kalsel pada tahun 2018 akan tumbuh pada kisaran 5,4-5,8 persen.
Pertumbuhan tersebut, sejalan dengan masih baiknya prospek harga komoditas serta berlanjutnya pembangunan infrastruktur yang berdampak positif bagi perekonomian secara umum.

Muat Lebih

Sementara itu, Inflasi Kalsel pada tahun 2018 juga akan perlahan turun pada kisaran 3,71%, untuk selanjutnya mengarah pada sasaran inflasi nasional 3,51%.

BACA JUGA:  Strategi Tim Api PT TBM Hadapi Karhutla di Masa Pandemi

Dirinya juga memprediksi perekonomian Kalimantan Selatan di 2022 akan berpotensi untuk tumbuh pada angka potensialnya di kisaran 7-8% dengan tingkat inflasi yang semakin rendah dan mendekati inflasi nasional yakni pada kisaran 3-1%.

Meski demikian dirinya juga mengingatkan komoditas itu persediannya terbatas sehingga perlu di atur dan dicarikan alternatif produk sebagai penopang ekonomi daerah. Baginya  pariwisata, pertanian  dan ekonomi kreatif dapat menjadi potensi baru ekonomi Kalsel.

“Seperti yang diungkapkan bapak Gubernur  tadi bahwa kita perlu juga perlu mencari alternatif potensi ekonomi baru. Dan bagi kami sektor parwisata, pertania, kelautan dan ekonomi kreatif dapat menjad pilihan” ujarnya kepada sejumlah wartawan.

Sementara itu, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor megatakan akan mendorong percepatan pembangun infrastuktur agar investasi di Kalsel juga meningkat di tahun mendatang.

BACA JUGA:  Kendalikan Inflasi, Bank Indonesia Kembangkan RPL

Saya berharap, perbankan dapat menindaklanjuti dengan baik langkah-langkah kebijakan Bank Indonesia, diantaranya melalui penurunan suku bunga kredit maupun peningkatan penyaluran kredit,” katanya.

Kepada dunia usaha, tambah dia, momentum pemulihan agar dimanfaatkan untuk melakukan investasi khususnya dalam sektor-sektor usaha baru yang prospektif, antara lain peluang yang dapat dimanfaatkan dari tren perkembangan ekonomi digital.

Pemerintah daerah, tambah dia, akan mendukung penguatan infrastruktur, pembangunan kawasan industri, dan pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata.

Selain Gubernur, pertemuan juga dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Bupati Hulu Sungai Utara Abdul Wahid HK, Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah IX Kalimantan, Pimpinan DPRD Kalimantan Selatan, seluruh pimpinan perbankan dan korporasi non bank, akademisi dan pengamat ekonomi.

BACA JUGA:  Bank Indonesia Selenggarakan Training Keuangan Syariah

Reporeter : Edhi Darmawan

Foto : Edhi Darmawan

 

Pos terkait