Menengok Pandai Besi di HSU, Bertahan di Tengah Modernisasi

  • Whatsapp
L

Adapun harga arit atau sabit untuk panen padi dijual sekitar Rp35 ribu, parang pemotong Rp70 ribu, kapak kecil Rp40 ribu, kapak sedang Rp50 ribu, dan kapak besar Rp75 ribu.

Hairun menambahkan, untuk pembeli biasanya datang langsung dari daerah HSU untuk dibuatkan kerajinan sesuai yang dipesan.

“Pembeli kebanyakan dari Alabio dan Palimbangan. Tapi, bisa juga pembeli yang memesan hasil kerajinan saya dari luar daerah misalnya Balangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hairun mengungkapkan saat ini terkendala pada bahan bakar yang harus dibeli dari Sungai Danau berupa arang kayu ulin dikarenakan di Amuntai belum ada yang menjualnya.

“Mudahan usaha pandai besi ini tetap bertahan dan berlanjut,” harapnya.

BACA JUGA:  Totalitas Gubernur Kalsel Wujudkan Lumbung Padi Nasional

Reporter : Darma Setiawan
Editor : Nirma Hafizah

L

Pos terkait