“ Artinya ratusan supir kami harus berjibaku setiap hari dengan masalah kelangkaan solar padahal mereka juga harus mengemban tugas mengirimkan ke para petani sebagai produsen pangan masyarakat baik desa terlebih lagi kota,” paparnya.
Senada dengan Herman, Nanang Suriyana pemilik ekspedisi PT Borneo Arta Mandiri (BAM Cargo) Banjarmasin mengeluhkan hal yang sama. Kelangkaan ini menggangu dan merugikan usaha dan konsumennya.
“Sangat mengganggu operasional pengiriman karena habis waktu hanya untuk antri BBM bisa 2-3 hari, akhirnya mobil tidak bisa bekerja,” ucapnya.
Menurutnya, layanan ekspedi dan pengantaran menjadi salah satu faktor vital dalam dunia bisnis, jika ini terganggu, maka akan berdampak pada sektor lain dan turunannya.
“Layanan kiriman barang jadi terlambat sangat merugikan semua pihak terutama pengusaha ekspedisi, distributor, toko dan masyarakat,” kata Nanang, pria yang juga Pengurus Indonesia Marketing Association (IMA) chapter Banjarmasin- Banjarbaru ini.
Baik Herman maupun Nanang berharap kelangkaan BBM ini cepat bisa teratasi sehingga distribusi barang bisa berjalan normal kembali.
Editor : Didin Ariyadi



















