Sektor Pertambangan Masih Menjadi Penopang Terbesar Ekonomi di Kalimantan

  • Whatsapp

“Sayangnya, Batu Bara masih dijual mentah sehingga belum memberikan nilai tambah yang optimal terhadap PDRB Kalimantan,”ujar Amanlison.

Menurutnya, meskipun kontribusi terhadap perekonomian tinggi, Batu Bara di Kalimantan sebagian besar dijual secara mentah, hal ini terindikasi dari kontribusi subsektor industri pengolahan Batu Bara yang jauh lebih kecil karena didominasi oleh industri pengilangan Migas.

“Dengan cadangan Batu Bara yang melimpah kita bisa mendorong naiknya nilai tambah dengan sentuhan tekhnologi untuk dapat memaksimalkan nilai ekonomisnya,”tambah Amanlison.

Dengan demikian, pengolahan atau hilirisasi batubara di Kalimantan menjadi sesuatu keharusan dan peluang sumber ekonomi baru untuk New Kalimantan, “We have no choice, but either do or die”.

BACA JUGA:  Persemaian Permanen BPTH Distribusikan Bibit

Saat ini hilirisasi Batu Bara di Kalimantan sudah dilakukan dalam bentuk upgrading Batu Bara menjadi semi kokas dan dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi Kalimantan untuk memenuhi kebutuhan industry baja dan smelter di Sulawesi (LVC).

Sementara itu, hilirasasi dengan gasifikasi akan membangun berbagai industri petrokimia baru dengan berbagai jenis turunannya atau yang lebih dikenal sebagai forward linkage.

Dalam hal mendukung hilirisasi industry Batu Bara, Bank Indonesia berpartisipasi aktif untuk ikut mendorong penawaran investasi ke investor dalam dan luar negeri melalui pembentukan Regional Investor Unit atau RIRU bekerjasama dengan Pemerintah Daerah.

“Hilirisasi Batu Bara melalui gasifikasi yang menjadi energi alternatif masa depan memberi peluang inovasi bagi industri untuk mendukung kemakmuran bagi negeri,”pungkas Amanlison.

BACA JUGA:  Gebernur Kalsel Ajarkan Masyarakat Jadi Pengusaha Sukses

Editor : Eddy Dharmawan

Pos terkait