Sekilas Kehidupan Datu Muhammad Amin Banua Hanyar

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Banjarmasin – Dalam manaqib Al-Alimul Allamah Mufti Muhammad Amin bin H Yaqub yang dikenal juga dengan sebutan “Datu Amin”, ternyata semasa hidupnya beliau suka berburu menjangan, yang kemudian hasil buruannya tersebut digunakan beliau untuk menghidupi anak muridnya.

Menurut H. Zarkasi penjaga makam Datu Amin yang terletak di Banua Anyar Banjarmasin beliau adalah sosok anak yang penurut, sopan, taat dan patuh kepada orang tua, beliau juga rajin dalam menuntut ilmu hingga ke negeri Makkah, semasa hidupnya beliau suka berburu menjangan hingga ke daerah Puruk Cahu Kalimantan Tengah, dan hasil yang diperolehnya dari berburu tersebut diberikannya buat anak muridnya.

” Tatkala berburu, secara tak sengaja Datu Amin melihat rumah yang besar ditengah hutan dan saat itu beliau sedang kehausan, seketika itu juga timbul keinginannya mampir untuk meminta “banyu” air disana,” ujarnya kepada wartaniaga.com disela-sela kegiatan haul yang ke-126 , Sabtu (29/6).

BACA JUGA:  10 Tempat Wisata di Banjarbaru yang Wajib Dikunjungi ( Bagian 2)  

Kemudian beliau memasuki rumah tersebut, ternyata disana ada sekitar 40 orang warga kaharingan yang sedang mengadu kesaktian, kala itu agama yang dianutnya bukan agama islam, dan sering disebut agama kaharingan, ketika mereka melihat Datu Amin, diantara 40 orang itu ada yang bersuara sembari menuduh bahwa yang mampir ini memperhatikan ilmu kita.

Padahal beliau kehausan lalu mampir kesana untuk meminta air, namun segala penjelasan Datu Amin tetap saja tidak diindahkan guru ilmu kanuragan dari 40 warga tersebut dan tetap menyangka beliau sedang memperhatikan atau mencuri ilmu, maka dengan serta merta pula Datu Amin berucap bahwa ilmu sampeyan ajarkan itu adalah ilmu yang tidak bermanfaat.

BACA JUGA:  Di Sini Ukuran Ikan Betok 6 Ekor 1 Kilogram

Mendengar itu, lalu orang yang 40 tadi mengelilingi beliau mau merajak atau menikam dengan senjata tajam ketubuh Datu Amin, namun ketika menikam timbullah kekuasaan Tuhan Ya Rabbal Alamin beliau menghilang ternyata yang dirajak atau ditikam adalah bayangan beliau saja.

Melihat kenyataan itu, selanjutnya tanpa banyak cakap lagi mereka sujud kepada Dtu Amin, seraya meminta ampun dan bertanya dimana rumah dibanjar dan dengan sikap arif bijaksana beliau mengampuni dan memaafkan mereka sambil menyampaikan tempat tinggal beliau yang terletak di Banua Anyar.

“Akhirnya sadar bahwa itu salah, sehingga masuk agama islam mereka dan mengikuti ajaran beliau,” ucap Zarkasi, mengakhiri sekilas cerita perjalanan hidup Datu Amin yang sempat diketahuinya kepada Wartaniaga.Com.

BACA JUGA:  209 Mahasiswa Politala Ikuti Wisuda Angkatan IX Program Diploma III

Reporter : Fathurahman
Editor : Y Erwanda
Foto : Fathurahman

Pos terkait