Optimalisasi Lahan Gambut Untuk Masyarakat Kalsel

  • Whatsapp
Asisten Administrasi Umum Pemprov Kalsel, Heriansyah didampingi Ketua Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Kalsel, Saut Nathan Samosir

Wartaniga.com, Banjarmasin- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menginginkan pengelolaan restorasi gambut lebih baik dan optimal lagi di tahun mendatang. “Saya kira sangat dibutuhkan aspek berkelanjutan dalam pengelolan restorasi gambut” ujar Asisten Administrasi Umum Pemprov Kalsel, Heriansyah usai membuka Rapat Koordinasi Hasil Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Restorasi Gambut Tahun 2017/2018 di Banjarmasin, Jumat (7/12).

Meski diakuinya masih banyak kendalan yang dihadapi, namun ia berharap tahun 2019 ada skala prioritas dalam pelaksanaan restorasi gambut sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara bersama-sama.

Muat Lebih

BACA JUGA:  Gubernur Kalsel Dukung Penuh Tiga Raperda Inisiatif DPRD

“Mari kita jaga sinergikan  dan berkoordinasi,  baik anggaran maupun pelaksana di lapangan, sehingga kendala yang ada mampu teratasi”  tutur mantan Kadis Pariwisata Kalsel ini.

Sementara Ketua Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Kalsel, Saut Nathan Samosir mengungkapkan, pihaknya telah menyampaikan hasil akhir evaluasi restorasi gambut di Kalsel.

Ia menyebutkan, ada sekitar 103 ribu hektar lahan di Kalsel untuk pelaksayang akadirestorasi  dengan target tahun 2019-2020 sebnayak 38 ribu hektare.” Pelaksanaan restorasi gambut di Kalsel mencakup Batola, Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan (HSS), Tabalong, Hulu Suangai Tegah (HST), Hulu Sungai Utara (HSU), dengan melakukan pembangunan skat kanal dan sumur bor untuk pembasahan lahan gambut yang terbakar dan kering di tahun 2018” jelasnya.

BACA JUGA:  Lewat Pengajian, HIPMI Jalin Relasi Bisnis

Sedang di HST, samung Saut  masih belum ada kesepkatan dengan masyarakt untuk pembangunan skat kanal. Tapi sebaliknya, di Balangan ada permintaan pembangunan skat kanal dan sumur bor namun di luar peta tim restorasi gambut

Tim Ahli TRGD Kalsel Binsar Simanungkalit mengaku dalam pelaksanaan restorasi gambut tidak ada persoalan krusial. Meski demikian dirinya berepsan hendaknya koordinasi di daerah dapat dioptimalkan.

“Saya kira jika ada kendala, maka koordinasi penting antara kuasa pengguna anggaran (KPA) dan pelaksana, kemudian kendala alam pun menjadi patokan dan perlu juga pemahaman masyarakat, bahwa restorasi gambut sangat memberikan manfaat bagi warga,” ujar Kepala Balai Rawa Kementerian PUPR ini.

BACA JUGA:  Pemprov Kalsel Bagikan 107 Jukung untuk Pedagang Pasar Terapung

Reporter : Fathur Rahman

Editor : Didin Ariyadi

Foto : Fahtur Rahman

Pos terkait