Perhatikan Ini Sebelum Beli Franchise

  • Whatsapp
Muslimah Azizah Owner Pecel Lele Lela Banjarmasin

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Membangun usaha tidak harus dari nol, banyak bisnis yang menawarkan kerjasama, tinggal memilih jenis usha apa yang diinginkan. Saat ini tidak terhitung lagi waralaba atau franchise yang menawarkan kerjasama, mulai dari kuliner, pendidikan atau jasa usaha. Tinggal bagaimana anda memilih  bisnis yang sesuai dengan keinginan dan modal yang dimiliki.

Menurut Muslimah Azizah , salah seorang pelaku bisnis franchise ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan ketika ingin membeli franchise agar usahanya dapat berjalan sesuai harapan terlebih lagi menguntungkan.

Muat Lebih

“ Lakukan survey dulu terhadap bisnis yang kita inginkan, lihat bagaimana pelayanan yang diberikannya terhadap pembeli, berapa banyak memiliki cabang dan sudah berapa lama  cabang-cabang itu berkerjasama serta nama baik usaha itu   adalah tahap pertama ketika kita ingin membeli waralaba” ujarnya kepada wartaniaga.com

BACA JUGA:  Bantu Jamaah Haul Sekumpul, 25 Posko PMI Disiagakan

Kedua perlu mengenal lebih dalam profil founder, karena banyak orang yang hanya menjual usaha yang bukan miliknya, kalau begitu nantinya akan sulit koordinasi untuk menjalankan usaha.

“ Bisnis waralaba bukan usaha yang setelah dibeli lalu ditinggal begitu saja, diperlukan koordinasi dengan founder bisnisnya, maka perlu kita mengenal lebih jauh siapa dia, bagaimana track record nya. Hal ini sangat penting agar kerjasama waralaba ini berjalan dengan baik” jelas pemilik francahise Pecel Lele Lela ini.

Berikutnya   Muslimah juga menuturkan agar usaha berjalan dengan aman perlu mengetahui legalitas dan izin yang dimiliki, dalam hal ini termasuk kontrak kerjasama. Baginya ini sangat penting,  karena tolak ukur sebuah usaha itu dilihat dari ketaatannya pada kerjasama yang disepakati.

BACA JUGA:  Sekilas Kehidupan Datu Muhammad Amin Banua Hanyar

Dan yang tidak kalah diperlukannya, usaha waralaba harus memiliki Standart Operation Prosedur (SOP), ini merupakan “roh” nya bisnis usaha  berjaringan  ini.

“ Waralaba harus memiliki standart kesamaan, dari satu cabang ke cabang lain. Outlite, rasa, pakaian dan pelayanan harus sesuai dengan SOP yang ditetapkan. Semua ini merupakan tanggung jawab pemilik franchise bagaimana SOP ini bida dipatuhi dan berjalan sesuai yang tertera” katanya.

Setelah mendapatkan berbagai pertimbangan di atas, perempuan kelahiran 22 September ini menyarankan apabila  seorang yang akan membeli usaha waralaba harus juga memperiapkan tempat.

“ Jika kita ingin membeli waralaba pendidikan tentunya harus mencari tempat yang dekat dengan sekolah atau kampus, sebaliknya jika kita ingin kuliner pilihlah tempat yang sesuai produk yang kita jual. Tempat usaha sangat menentukan kelangsungan bisnis waralaba yang kita beli” ujarnya seraya menambahkan, waralaba yang baik biasanya akan membantu mencarikan tempat yang sesuai dengan produk dan akan melakukan survey sebelum menentukannya.

BACA JUGA:  Cegah Karhutla, Satgas TMMD Kodim 1007 Lakukan Penyuluhan

Selain itu, anggota HIPMI Banjarmasin bidang Hubungan Internasional dan Pariwisata ini juga meminta  pembeli waralaba memperhatikan ketersedian bahan baku.

“  Untuk waralaba kuliner perlu diperhatikan ketersedian bahan baku,jangan sampai kita membeli waralaba yang bahan bakunya sulit dicari di daerah kita, jadi pilihlah waralaba yang siap bahan bakunya” tutur pemilik 2 cabang usaha waralaba ini.

Reporter : ***

Editor : Didin Ariyadi

Foto : Koleksi Pribadi

 

 

Pos terkait