APBN dan Presidensi G20

Sumber Data : Diolah dari data Konferensi Pers APBN Kita (www.kemenkeu.go.id/apbnkita)

Dengan mengusung temaRecover Together, Recover Stronger” yang memiliki arti Pulih Bersama, Pulih LebihKuat, Indonesia mengajak seluruh negara di dunia untukberkomitmen saling mendukung supaya dapat pulihbersama serta tumbuh menjadi lebih kuat. Dalampelaksanaan Presidensi G20 di Indonesia terdapat tigapilar utama yang akan menopangnya, yaitu (1) promoting productivity (Mempromosikan produktivitasmelalui penguatan sumber daya manusia), (2) increasing resilience and stability (Meningkatkan dayatahan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan), dan (3) ensuring sustainable and inclusive growth(Memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif). Disamping itu, dalam Presidensi G20 juga membahas berbagai isu global yang berkaitan eratdengan finance track  atau isu-isu keuangan, sepertikebijakan fiskal, moneter dan riil, investasi infrastruktur, regulasi keuangan, inklusi keuangan, dan perpajakaninternasional. Dan juga sherpa track membahas bidang-bidang yang lebih luas di luar isu keuangan, antara lain, anti korupsi, ekonomi digital, lapangan kerja, pertanian, pendidikan, urusan luar negeri, budaya, kesehatan, pembangunan, lingkungan, perdagangan, pariwisata, investasi, industri, energi berkelanjutan, dan pemberdayaan perempuan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam menghadapi ketidakpastian tahun 2022, agar tetap terjaga tata Kelola keuangan negara dengan baik, APBN harus dirancang secara responsive, antisipatifdan juga fleksibel serta selalu berupaya inovatifterhadap berbagai perubahan dan kemungkinan yang terjadi. Mengingat  APBN tahun 2022 memiliki peranyang sangat sentral dalam pelaksanaan Presidensi G20, seperti disampaikan Bapak Joko Widodo, PresidenRepublik Indonesia.

Hasil dari seluruh agenda pembahasan isu yang dilaksanakan akan menghasilkan pernyataanresmi yang berisi komitmen dan kesepakatan bersamatentang isu global terkini serta hasil konsensus para anggota forum G20 kepada publikCommunique yang akan dihasilkan tersebut pastinya memberikan berbagaimanfaat, terutama bagi perekonomian Indonesia. Beberapa manfaat perekomian dari pelaksanaan Forum G20 yang diterima pemerintah Indonesia antaralain dengan ribuan delegasi asing yang akan berkunjungmenghadiri rangkaian acara yang kumulatif dariberbagai negara mendorong roda perekonomianIndonesia. Seperti disampaikan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati konsumsi domestik akan meningkatsebesar Rp1,7 Triliun dan PDB domestik akanmeningkat sebesar Rp7,43 Triliun. Disamping itu, menjadi Presidensi G20 2022 juga akan meningkatkanperan UMKM dan menyerap sebanyak 33.000 tenagakerja di berbagai sektor. Sebagaimana disampaikanMenteri Koperasi dan UMK, Teten Masduki, PresidensiG20 akan mendorong investasi pada UMKM dalamnegeri, mengingat saat ini 80% investor global berasaldari negara-negara G20. Disamping itu Indonesia akanberperan dalam mendesain kebijakan pemulihanekonomi dunia. Apabila perekonomian dunia membaik, maka Indonesia juga akan menerima dampak positifnya, salah satunya ekspor yang akan tumbuh tinggi.

Sebagai dampak dari pemulihan ekonomi dunia dan domestik juga akan meningkatkan daya beli masyarakat, peningkatan investasi dan pertumbuhan kegiatanekspor-impor secara pesat. Hal ini pasti berpengaruterhadap penerimaan pajak akan tumbuh lebih dari 18 persen, penerimaan bea cukai akan tumbuh lebih dari24 persen, dan penerimaan PNPB akan tumbuh lebihdari 23 persen.

Pos terkait

banner 468x60