APBN Defisit, Negara Terancam Gali Lobang Tutup Lobang

  • Whatsapp
APBN Defisit, Negara Terancam Gali Lobang Tutup Lobang

(Oleh : Prof Trubus Rahardiansyah)

Wartaniaga.com – Kabar kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang akan berutang lagi akibat defisitnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019, menuai komentar dari berbagai lapisan masyarakat.

Muat Lebih

Pengamat Kebijakan Publik, Universitas Trisakti, Jakarta, Profesor Trubus Rahardiansyah mengatakan kekurangan anggaran negara akan terus meningkat dari bulan ke bulan jelang akhir tahun yang memicu defisit terus melebar karena kondisi perekonomian global dan domestik senasib mendapat tekanan.

“Ini jelas langkah yang diambil Sri Mulyani merupakan kebijakan ‘gali lubang, tutup lubang’. kondisi ini tentu berbahaya bagi Indonesia kedepannya,” ucapnya kepada wartaniaga.com, Senin (28/10).

BACA JUGA:  Problematika Kebijakan Dana Desa

Oleh karenanya, Profesor Trubus berpendapat utang luar negeri mesti dikelola secara prudent dan diarahkan untuk memberi insentif bagi sektor produktif. menurutnya seharusnya utang luar negeri dapat mendongkrak perekonomian nasional dan kesejahteraan rakyat.

“Hal ini penting agar kita tidak terjerat debt trap dan dalam relasi ketergantungan,” ujar Profesor Trubus.

Lanjutnya, selain itu semestinya pemerintah lebih kreatif untuk mencari sumber-sumber pembiayaan tanpa tergantung pada utang luar negeri.

Ia berharap kebijakan efisiensi anggaran terutama belanja rutin yang selama ini mendominasi postur APBN perlu dilaksanakan secara sungguh-sungguh.

“Sekitar 70% postur APBN kita tersedot untuk belanja rutin birokrasi, dengan demikian otomatis pembangunan Indonesia ke depan semakin berat,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Utang 10 BUMN Dipundak Erick Thohir

Ia menyayangkan hal tersebut bertolak belakang dengan sektor investasi di Indonesia yang kurang kondusif dan belum stabil, “sedangkan investasi dan sektor industri kurang kondusif akibat kondisi global yg kian tak pasti,” singkatnya.

Editor : Mukta

L

Pos terkait