Soal Ekosistem Gambut, Pemerintah Terus Berinovasi

  • Whatsapp
Soal Ekosistem Gambut, Pemerintah Terus Berinovasi

Wartaniaga.com, Jakarta – Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead yakin perbaikan tata kelola ekosistem gambut bisa lebih efektif untuk diimplementasikan pada periode pemerintahan Indonesia mendatang.

Bukan tanpa alasan, hal ini karena inovasi pemetaan ekosistem gambut yang dikeluarkan oleh Badan Informasi
Geospasial telah diakui oleh NASA, European Space Agency, pakar Gambut dunia serta Nasional.

Muat Lebih

“Ada 39 peta Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) skala 50.000 atau lebih telah dihasilkan pada 2019 in, dengan metode tersebut kita akan menjadikan fondasi perbaikan tata kelola ekosistem gambut tahun 2020 nanti,” ujar Nazir melalui siaran persnya di Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019.

BACA JUGA:  BEI Mencatat Pertumbuhan Investor di 2021 Mencapai 87 % Lebih

Nazir berpendapat kanal-kanal dan sekat yang telah dibangun perlu ditata ulang sehingga bisa berfungsi maksimal dalam menjaga kelembaban lahan gambut. Air terkumpul optimal di musim hujan akan menjadi kubah gambut di kanal-kanal yang tersekat. Tata kelola air dijalankan dengan prinsip berbagi air secara adil di KHG.

“Namun semua pihak yang menjadi pengelola kubah dan kanal tersebut perlu bergerak selangkah seirama, dengan perancangan yang didasarkan pada peta skala besar,” beber Nazir.

Penyederhanaan birokrasi dan koordinasi, sesuai perintah Presiden, dapat meningkatkan kecepatan implementasi program termasuk kegiatan pemantauan kelembaban gambut agar tindakan koreksional bisa segera diambil sebelum kerusakan gambut semakin parah.

Menurut Nazir, BRG telah berusaha mengembangkan sistem informasi PRIMS yang memberikan input setiap 8 hari atas indikasi kerusakan gambut dan bahkan update data tinggi muka air gambut setiap jam.

BACA JUGA:  Utang 10 BUMN Dipundak Erick Thohir

Sejalan dengan upaya perbaikan tata kelola ekosistem gambut, BRG percaya transformasi model ekonomi eksploitatif menjadi model ekonomi berkelanjutan, yang cocok dengan fungsi ekosistem gambut, hal ini diharapkan dapat berjalan dengan sinergis.

Tapi tak kalah pentingnya, tambah Nazir, salah satu agenda utama pemerintah mendatang dalam penguatan SDM juga perlu mencakup kapabilitas berbagai pihak dalam pengelolaan ekosistem gambut.

“Hal ini BRG akan terus meningkatkan kapabilitas pengelolaan ekosistem gambut di tingkat tapak yang
melibatkan pemerintah daerah, petani, perusahaan, dan akademisi maupun pakarnya,”tutupnya.

Reporter : Fathurrahman
Editor : Mukta
Photo : Fathurrahman

Pos terkait