Wagub Kalsel H Muhidin Sampaikan KUA PPAS APBD Tahun Anggaran 2023

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Wagub Kalsel) H Muhidin sampaikan rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta
rancangan Prioritas dan Plafon
Anggaran Sementara (PPAS) APBD
tahun anggaran 2023.

Adapun penyampaian KUA PPAS APBD 2023 tersebut disampaikan pada saat Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalsel, Kamis, (7/7).

Muat Lebih

“Penyusunan rancangan KUA, kita ingin mencapai kesepakatan bersama antara Pemprov dan DPRD Kalsel,” ucapnya.

Ia menjelaskan kebijakan pendapatan, belanja dan pembiayaan serta asumsi yang mendasari dalam pencapaian target perencanaan.

Lanjut, di tahun 2023, tema pembangunan kalimantan selatan adalah “Penguatan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) untuk meningkatkan perekonomian berkelanjutan”.

BACA JUGA:  Lion Air Siapkan Fasilitas Rapid Test se Kalsel

Lebih lanjut, tema itu berangkat dari isu-isu strategis pembangunan, antara lain meningkatkan SDM yang unggul dan berdaya saing, optimalisasi sektor industri,
UMKM, pertanian dan pariwisata,
memperkuat infrastruktur, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang fokus pada
pelayanan publik, meningkatkan
pengelolaan lingkungan hidup,
serta mewujudkan kalsel sebagai gerbang IKN dan pendukung food estate.

Adapun fokus pembangunan provinsi Kalimantan Selatan tahun 2023, diarahkan untuk kesehatan, pendidikan dan
keterampilan.

Kemudian UMKM dan ketenagakerjaan, investasi hilirisasi industri, pertanian
dan pariwisata, serta meminimalisir bencana alam seperti banjir dan kebakaran
hutan dan lahan, termasuk mawas diri terhadap pandemi covid-19, yang belum dinyatakan berakhir.

“Kebijakan perencanaan belanja daerah, diprioritaskan untuk mendanai urusan  pemerintahan wajib yang terkait pelayanan dasar,” jelasnya.

BACA JUGA:  Wow, Ini Jumlah Kekayaan Bupati HST

Demikian juga digunakan untuk mendanai urusan pemerintahan wajib, yang tidak terkait dengan pelayanan dasar dan urusan
pemerintahan pilihan, serta fungsi penunjang urusan pemerintahan.

Disamping itu, belanja daerah juga harus mendukung target capaian prioritas pembangunan nasional tahun 2023, sesuai dengan kewenangan pemerintah provinsi.

Selanjutnya, penggunaan lebih fokus terhadap kegiatan yang berorientasi produktif, serta memiliki manfaat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, struktur/postur APBD yang tertuang dalam rancangan kebijakan umum anggaran (KUA) dan rancangan prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) tahun anggaran 2023, dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pertama, pendapatan daerah dianggarkan dengan proyeksi sebesar Rp 6.528.468.889.568,00.

Kedua, belanja daerah dianggarkan
sebesar Rp6.425.631.889.568,00.

Ketiga, terjadi surplus anggaran sebesar Rp102.837.000.000,00, pada posisi penerimaan pembiayaan, yaitu pada jenis
pembiayaan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya, dianggarkan sebesar rp60.000.000.000,00.

BACA JUGA:  Pj Gubernur Kalsel Harapkan PT CBSA Agar Manfaatkan Limbah Singkong Jadi Pakan Ternak

Keliama, pengeluaran pembiayaan
dianggarkan sebesar Rp
162.837.000.000,00.

Keenam surplus anggaran sebesar rp 102.837.000.000,00, digunakan untuk pengeluaran pembiayaan penyertaan modal pada BUMD dan pembentukan dana cadangan untuk persiapan pilkada serentak
pada tahun 2024.

“Semoga rancangan kebijakan umum anggaran dan rancangan PPAS tahun anggaran 2023, dapat diterima dan selanjutnya dapat dibahas untuk menjadi kesepakatan bersama dalam menyusun APBD tahun anggaran 2023,” harapnya.

Selain itu, dirinya juga berharap APBD tahun anggaran 2023 nanti, bisa mencapai target-target pembangunan, demi mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan seluruh masyarakat Kalimantan Selatan.

Editor: Aditya

Foto : Humas

L

Pos terkait