Warga Keluhkan Rencana Kenaikan Tarif PDAM Batola

“Karena airnya jarang mengalir boleh dibilang mengalir bergantian. Bahkan, kadang airnya juga keruh, kalo untuk minum kami masih memebeli air isi ulang. Jadi air PDAM hanya kami pergunakn untuk mandi, mencuci saja,” paparnya seraya menambahkan, tingkatkan dulu kualitas dan layanan baru menaikan tarif.

Sebelumnya , Kasubag Umum PDAM Batola, Sadono, menjelaskan, keputusan menaikkan tarif memiliki dasar-dasar.

Ia pun beralasan kenaikan ini karena  belum pernah dilakukan sejak 2013 dan guna menyesuaikan biaya operasional yang dikeluarkan

“Kenaikan hanya Rp 500 setiap kategori. Namun akan besar jadinya jika pelanggan banyak pemakaian,” ucapnya

Sadono juga memaparkan, kenaikan tarif sesuai Permendagri Nomor 21 Tahun 2020 tentang revisi ketentuan perhitungan dan penetapan tarif air minum.

Kemudian, SK Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 188.44/0660/Kum/2021 tentang Penetapan Besaran Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Air Minum.

“Terakhir, ditindaklanjuti oleh kabupaten melalui Perbup Batola Nomor 101 Tahun 2021 tentang Tarif Air Minum PDAM Batola,” ujarnya.

Reporter : Ahmad Syrif

Editor : Edhy Darmawan

Pos terkait