Warga Keluhkan Rencana Kenaikan Tarif PDAM Batola

Wartaniaga.com, Marabahan- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Barito Kuala (Batola), akan memberlakukan kenaikan tarif pelanggan mulai 1 Februari 2022 mendatang.

Pemberlakuan tarif baru  ini untuk empat kelompok pelanggan yang berkisar 34.000 di Kabupaten Batola. Untuk K-1 dan K-2 naik dengan besaran Rp 500 per meter kubik dari  Rp 2.000 menjadi Rp 2.500.

Sedangkan pelanggan K-3 naik Rp 1.000, dari Rp 3.000 menjadi Rp 4.000 dan K-4 naik sebesar Rp 1.500 dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.500 per meter kubik.

Tarif tersebut berlaku untuk pemakaian maksimum 0 hingga 10 kubik. Adapun setiap kelipatan 10 kubik seterusnya dikenakan tarif tambahan Rp 500 per meter kubik.

Rencana kenaikan tarif PDAM Batola ini pun cukup menjadi sorotan dari sejumlah pelanggan

Nanang, warga yang bermukim di Griya Permata, Handil Bakti, ini mengeluhkan pelayanan PDAM yang belum bisa dikatakan maksimal.

“Maunya, air mengalir normal. Jadi, kalau pun tarif naik, tidak masalah,” harapnya ujarnya kepada media ini, Senin (17/1) malam.

Ia pun menambahkan, selama ini air  hanya mengalir saat malam . Untuk memenuhi keperluan sehari-hari,  maka harus rela menunggu bak-bak air terisi penuh.

“ Kalo siang hari sangat jarang mendapatkan air PDAM bahkan kalo malam pun kadang-kadang  harus mengunakn mesin untuk mendapatkan air,” kelunya.

Senada dengan Nanang, Maulana warga Persada Handil Bakti juga mengeluhlan rencana naiknya tarif PDAM.

Pos terkait