Perpanjangan PPKM Level 4 Banjarmasin, Banjarbaru, Kotabaru Indikasi Dugaan Pemerintah Pusat Inkonsisten

  • Whatsapp

Wartaniaga.com-Sangat disayangkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, di Kanal Youtube Sekretariat Presiden dalam Konferensi Pers pada 6/9/21 menyebutkan untuk PPKM Level 4 di 3 Kabupaten/Kota Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kotabaru diperpanjang pelaksanaan PPKM dari tanggal 7-20 September 2021.

Perpanjangan PPKM dua pekan ke depan ini lebih panjang durasinya dibanding pelaksanaan hal serupa di Jawa dan Bali. Dimana untuk wilayah Jawa-Bali perpanjangan PPKM hanya sampai tanggal 13 September 2021.

Sebelumnya disebutkan Airlangga, PPKM Level 4 di Kalimantan tinggal 2 yakni di Kaltim dan Kaltara. Menurut Airlangga, Presiden Joko Widodo juga memberi perhatian khusus ke sejumnlah provinsi yang memiliki angka vaksinasi lebih rendah dari angka nasional, sepertti Provinsi Kalsel dan DI Aceh.Secara umum, PPKM level 4 di luar Jawa/Bali turun menjadi 23 kabupaten dan kota dari sebelumnya 34 kabupaten dan kota.

BACA JUGA:  Tahun 2019, 4 Kebijakan Berani Dikeluarkan Presiden Jokowi

Lalu siapa yang paling bertanggujawab? berapa banyak kerugian masyarakat, kalau disebutkan salah satu indikator PPKM livel 4 dilanjutkan karena Kalsel angka vaksinasi lebih rendah, padahal faktanya ketika masyarakat mau vaksin saat ini, banyak Puskesmas mengatakan vaksin kosong di Kalsel- Banjarmasin.

Perpanjangan PPKM ini mengindikasikan dugaan pemerintah inkonsisten. Di satu sisi menyatakan telah terjadi penurunan kasus Covid-19, namun disisi lain tetap memperpanjang PPKM,kan aneh.Seharusnya kalau sudah terjadi penurunan, PPKM level 4 tentunya akan banyak berkurang. Logikanya, berkurangnya PPKM level 4 dengan sendirinya tidak diperlukan lagi perpanjangan PPKM.

Terlebih saat ini pemerintah seolah tidak mendengar jeritan rakyat dimana-mana yang makin banyak terdampak pandemi virus corona. Saat ini para pekerja makin banyak yang di PHK dan dirumahkan, gara-gara PPKM livel 4 pergerakan masyarakat berbagai aktivitas dan usaha,UMKM masih terbatas karena adanya hambatan mobilitas. Sementara, kelas menengah ke bawah tekanan ekonominya makin sulit.

BACA JUGA:  Memantik Semangat Wirausaha setelah Ramadhan

Coba kita cermati, dari beberapa pekan pelaksanaan PPKM livel 4 kemarin, apa yang di dapatkan keberhasilannya, berapa total dana yang dikeluarkan, seperti apa parameter kongkrit, seperti transfaransi datanya. Kalau pun turun kasus positifnya, data itu karena jumlah orang dipersiksa atau testing PCR dan tes Antigennya diturunkan.

L

Pos terkait