Literasi Konsumsi di Era Digital

Foto : freepik

Usaha lain yang dapat anda lakukan adalah dengan sistem dropship, dimana anda tidak harus memiliki uang untuk membeli produk. Modal yang anda butuhkan adalah pemahaman tentang kebutuhan komunitas pada jaringan anda. Beragam produk dari produsen dapat sajikan pada linimasa akun media sosial anda. Dan ketika ada yang tertarik pada sebuah produk anda bisa memesankannya dan barang akan langsung dikirim kepada konsumen. Strategi yang digunakan adalah dengan menaikkan harga dari penjual produk tersebut.

Posisi anda adalah sebagai agen pemasaran terakui di sini. Tanpa harus menanggung kerugian atas produk yang tidak laku. Sekali lagi kunci dari usaha ini adalah keluasan jaringan serta kemampuan untuk memahami selera, kebutuhan dan kesukaan orang-orang pada jaringan anda.

Kecanduan berbelanja lain yang dapat menghasilkan pemasukan adalah jastip atau kependekan dari jasa titip. Dalam hal ini adalah pemanfaatan kegiatan belanja anda secara konvensional dengan menggunakan pemasaran secara online. Beberapa produsen produk belum menyediakan fasilitas belanja secara online atau telah ada namun dengan biaya penanganan yang lebih mahal dari pada dibeli secara langsung dan dikirimkan kepada konsumennya.

Apabila kecanduan belanja anda ditunjang oleh keluangan waktu untuk windows shopping serta keluasan jangkauan belanja anda, maka anda cocok sebagai pelaku jasa titip belanja. Jika modal awal tadi ditambah dengan seringnya anda melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang menyediakan produk-produk khas hal ini akan semakin mensukseskan usaha tersebut. Pada intinya adalah bagaimana mengarahkan hobi, kebiasaan dan hasrat anda pada usaha yang bernilai ekonomis guna meningkatkan kesejahteraan.

Kunci dari literasi konsumsi tetaplah pada kesadaran bahwa kita bagian dari pasar, serta bagaimana cara mengatur diri untuk penuh kesadaran bahwa apapun yang kita konsumsi, pastilah ada yang diuntungkan. Hendaknya menempatkan diri sendiri sebagai pihak yang paling diuntungkan tanpa merugikan orang lain merupakan indikator terliterasinya seseorang atas kegiatan mengkonsumsi. Berbelanja secara online dapat dipilih sebagai alternatif perilaku konsumsi yang nyaman.

Literasi konsumsi di era digital dapat dimulai dengan kemampuan mengenali kebutuhan diri, mencari informasi tambahan melalui situs terkait, waspadai perubahan kebutuhan menjadi keinginan ketika semakin banyaknya produk yang dilihat. Penjabaran tentang deskripsi produk sering kali memunculkan kebutuhan palsu. Manfaatkan testimoni guna memperkuat kebutuhan anda yang sebenarnya serta bahan pertimbangan harga sesuai dengan kemampuan ekonomi. Periksa kembali daftar belanja anda guna memastikan kembali prioritas kebutuhan.

Alternatif mode pembayaran dipilih sesuai dengan kemampuan anda untuk bertransaksi, namun harus selalu tercatat dan terencana. Mode pengiriman dapat dipilih untuk kecepatan dan ketepatan anda menerima produk pesanan. Pantauan diskon, perhitungan diskon dan penggunaan kupon diskon merupakan tahap paling rumit yang membutuhkan kemampuan matematis khusus. Perhitungkan dengan seksama dan tetap menjaga prioritas konsumsi anda.

Kesadaran sepanjang proses konsumsi akan menjaga diri dari penyesalan di kelak kemudian hari. Sensasi mengantri telah berganti dengan nikmatnya pesanan yang menghampiri melalui belanja online. Promo tidak perlu lagi menawarkan diri, konsumen lebih bersemangat mencari. Tidak tergoda mencari menjadi salah satu jalan lurus untuk mencegah kemubaziran dengan menjaga agar keinginan tidak menjelma menjadi kebutuhan palsu.

 

Penulis : Farhan Fatnanto

Kabid PAPK Kanwil DJPb Provinsi Kalsel

 

Pos terkait