Literasi Konsumsi di Era Digital

  • Whatsapp
Foto : freepik

“Ya Allah jauhkan aku dari godaan promo yang membuatku tersesat hingga hutang menjerat”

Wartaniaga.com-Belantara belanja telah menghipnotis banyak orang untuk mengkonsumsi banyak barang dan jasa. Sejarah perdagangan dimulai dengan sistem barter, berkembang menggunakan mata uang, diperkenalkannya kartu plastik siap gesek hingga cukup dengan mengetik sandi.

Jadi ingat iklan salah satu metode pembayaran, si robot Gozali lupa pake celana dan tidak membawa uang cash, alhasil dia yang hanya membawa smartphone berhasil transaksi cukup dengan scan barcodes. Konsumen dimanjakan dengan serba kemudahan di era digital saat ini.

Dunia perbelanjaan sekarang telah berubah karakter meski tetap menafikan cara tradisional. Belanja secara online mampu menyajikan budaya konsumsi yang instan. Semua siap saji, cukup dengan mengetikkan kata kunci, beragam tawaran akan muncul dengan varian yang melimpah. Anda tidak hanya disuguhi barang dan jasa yang dicari, namun akan muncul juga alternatifnya maupun hal-hal yang berelasi dengannya.

BACA JUGA:  1 + 1 = ?

Apa yang pernah anda cari akan tersimpan dan bisa muncul tawaran di saat anda membuka laman lainnya. Pemahaman yang dapat dibilang melebihi pasangan anda. Batapa tidak, tanpa perlu keluar dari zona nyaman, anda sudah bisa tahu tentang aneka macam barang beserta deskripsinya. Istilah palugada sering digunakan untuk menggambarkan kondisi tersebut, “apa loe butuh gua ada”.

Tidak perlu berjuang melawan kemacetan, menghadapi teriknya matahari dan polusi udara untuk berpindah dari satu toko ke toko yang lain untuk mencari suatu barang. Demikian juga tidak perlu bertatapan dengan pramuniaga yang melotot ketika anda nampak sedang membandingkan harga.

Pos terkait