Wartaniaga.com,Banjarmasin-Rekreasi wisata susur sungai dalam 9 bulan terakhir sangat sepi pengunjung. Kebijakan pemerintah dengan menutup tempat wisata dan hiburan selama wabah COVID-19, tentu memberikan dampak secara langsung kepada para juragan dan motoris kelotok yang biasa menyediakan jasa susur sungai di Banjarmasin.
Seorang motoris kelotok, Iman (55) mengungkapkan, akibat kondisi selama pandemi ini, penumpang kelotok di sekitaran dermaga wisata susur sungai yang hendak menggunakan jasa mereka bisa dihitung dengan jari.
“Tidak ada orang yang datang, apalagi kawasan siring Tendean ini masih belum resmi dibuka. Saya dengar beberapa waktu lalu sudah mau dibuka, tapi batal. Mungkin ada pertimbangan lain dari pemerintah,” ujarnya saat ditemui Wartaniaga.com, Minggu (20/12).
Menurut Iman, dalam sebulan terakhir, khususnya pada hari Minggu, dermaga kelotok di tempat wisata susur sungai Siring Tendean Banjarmasin mulai ramai didatangi pengunjung. Ia bersama puluhan motoris kelotok lainnya yang mangkal di dermaga wisata susur sungai, berharap ada pengunjung yang menaiki kelotok mereka.
“Kami cuma berharap di hari Minggu saja, kalau hari lain tidak ada pengunjung yang datang ke siring. Seperti hari ini, orang yang datang lumayan ramai, meski kawasan wisata ini masih belum dibuka akibat pandemi. Mungkin, warga merasa jenuh jika akhir pekan berada di rumah saja, jadi datang ke sini untuk refreshing dan berolahraga,” ucap iman lagi.
Ia menyebutkan, untuk rute Susur Sungai tarif tiketnya Rp 5.000 per orang, kalau ke Kampung Hijau tiketnya Rp 10.000 per orang dan tujuan Pulau Kembang Rp 35.000 per orang.
“Bisa juga carter kelotok, tarifnya menyesuaikan jarak. Biasanya, sistem carter ini kalau satu rombongan,” jelasnya.



















