Gapki Kalsel Optimis Sawit Bertahan di Tengah Pandemi

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin-Pandemi Covid-19 tidak hanya menyerang kesehatan namun juga perekonomian masyarakat seluruh Indonesia. Meskipun begitu nampaknya kondisi ini tidak mempengaruhi kinerja industri sawit di Kalimantan Selatan.

Melalui Konfrensi Pers online, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan selatan, Eddy S. Binthi menyampaikan bahwa industri kelapa sawit di Kalimantan Selatan sampai dengan saat ini masih normal, baik untuk operasional pabrik dan kebun. Untuk harga pembelian TBS di tingkat petani juga masih berada diangka Rp 1.200 – 1.300/kg.

Ketua GAPKi Kalsel, Eddy S Binthi

“Kami masih beroperasi seperti biasa namun hanya memperketat protokol pencegahan Covid-19” kata Eddy saat konferensi pers online pada Jumat (15/5).

Ia pun menambahkan bahwa industri sawit masih dibutuhkan dunia, pasalnya ditengah gencarnya boikot media Eropa permintaan Crude Palm Oil (CPO) mengalami peningkatan di pasar Eropa. Hal ini menurutnya meskipun tidak sebagai sumber energi, Eropa masih menggunakan bahan baku minyak sawit untuk membuat sanitizer.

BACA JUGA:  7 Sektor Ekonomi Kreatif, Dibina Pemko Banjarmasin

Totok Dewanto, Dewan Pembina Gapki Kalsel juga mengatakan hal serupa terkait industri sawit Kalsel. Ia juga menambahkan bahwa selain memperketat protokol kebun, GAPKI Kalsel juga turut memberikan bantuan berupa APD, bahan pangan dan juga  bekerja sama dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) untuk mengolah cangkang sawit menjadi cairan disinfektan.

 

Pos terkait