Hj Sabah, Koki Dibalik Nikmatnya Bubur Sabilal

  • Whatsapp

Wartaniaga.com.Banjarmasin-Bagi masyarakat Banjarmasin yang pernah berbuka puasa di Masjid Raya Sabilal Muhtadin tentu sudah pernah merasakan nikmatnya bubur Sabilal. Iya, setiap harinya Masjid yang terbesar di Kalimantan Selatan ini menyediakan ribuan piring bubur untuk masyarakat yang ingin berbuka puasa.

Adalah Hj Sabah, koki dibalik nikmatnya bubur ayam Sabilal itu. Sudah lebih dari sepuluh tahun dirinya memasak bubur untuk menu berbuka puasa di Masjid tersohor di Kalsel ini.

Muat Lebih

“ Sebelumnya yang memasak adalah mertua, setelah beliau meninggal barulah saya yang melanjutkannya, jadi ini merupakan pekerjaan turun temurun, saya sendiri sudah lebih dari 24 tahun menyediakan bubur untuk Masjid Sabilal” ujarnya menceritakan pada wartaniaga.com.

BACA JUGA:  Memantik Semangat Wirausaha setelah Ramadhan

Dikatakannya, sehari tidak kurang 1 200 piring bubur dan jumlah ini belum ditambah jika ada pesanan dari masjid lain dan masyarakat. “ Alhamdulillah, bukan hanya masjid Raya yang memesan bubur ke kami tetapi juga masyarkat dan beberapa masjid serta langgar (mushola,red)” katanya.

Dibantu anak dan beberapa karyawannya, kegiatan rutin Sabah dimulai dari pukul 06:30 wita hingga pukul 15:00 wita, Hj.Sabah harus menyediakan menu berbuka puasa bubur di Masjid Raya Sabilal Muhtadin  dan pesanan lain. Sekitar pukul 16:30 wita bubur tersebut dibawa ke Masjid Raya Sabilal Muhtadin dan siap untuk dihidangkan.

“Untuk proses pengadukan bubur para pekerja tidak boleh lengah sedikitpun, karena kawah atau wajan besar selalu diaduk terus menerus agar tidak gosong, jika kita lalai sedikit saja maka rasanya akan berubah” papar Sabah.

BACA JUGA:  TPID Kalsel Mampu Menjaga Kestabilan Harga Jelang Ramadhan

Sedangkan urusan bumbu ia membuat sendiri yang merupakan resep turun menurun mertuanya, sehingga tidak sembarangan orang yang bisa melakukannya.  “Anak saya perempuan bernama Ani Ariani yang bisa menakar bumbu tersebut, mudahan saja dia nanti bisa melanjutkan amanah ini kelak dan rasa dari campuran bumbunya sama seperti racikan saya” ucapnya.

Baginya apa yang dilakoninya ini bukan semata-mata untuk memperolah penghasilan tetapi menjadi ibadah dan pahala diakhirat nanti. “Mudah-mudahan saja menjadi amal jariyah saya kelak diakhirat, kita tidak tahu mereka yang berbuka puasa tersebut bisa musafir, warga yang kurang mampu dan sebagainya” tambahnya.

Pantauan wartaniaga.com dikediaman Hj.Sabah, yang beralamat dijalan Antasan Kecil Timur tersebut ia nampak sibuk bersama ibu-ibu lain yang bekerja membuat bubur. Nampak juga  beberapa pekerja memotong sayuran, daging, kentang, wartel, telur, irisan ayam, rempah-rempah dan minyak samin, sementara  sebagian pekerja lain  melakukan proses pengadukan di  halaman rumah.

BACA JUGA:  Saimah Setia Mengayam Tanggui Hingga Diusia Senja

Reporter : Alfian Noor

Editor : Didin Ariyadi

Foto : Alfian Noor.

Pos terkait