Lutfi : Perusahaan Outsourcing Dzolimi Pekerja

  • Whatsapp
L

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun ini diperingati ratusan buruh  dengan menyampaikan aspirasi ke DPRD Kalsel, Senin (30/1). Selain menolak Peraturan Pemerintah (PP) 78/2015 tentang Pengupahan yang dinilai merugikan buruh, mereka juga menuntut dihapusnya sistem outsourcing atau alih daya.

Salah seorang anggota DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Saifuddin menilai wajar keinginan para buruh yang menuntut kesejahteraan .

Muat Lebih

Menurutnya, selama masih menggunkan sistem outsourcing kesejahteraan para buruh tidak akan tercapai. “ Bagimana mau sejahtera, hak-hak pekerja sering tidak dipatuhi, perusahaan outsourching adalah bentuk penzoliman bagi pekerja.” katanya kepada wartaniaga.com

BACA JUGA:  Selama Pandemi Penjualan Bata Ringan Anjlok 50 Persen

Untuk itulah, sambung Lutfi, pada setiap kesempatan dirinya selalu menyuarakan agar sistem outsourcing dihapuskan saja.  “ Lembur, BPJS dan THR tidak didapat oleh pekerja alih daya, mereka bekerja seperti perbudakan modern, tidak punya masa depan” ujar politisi Partai Gerindera ini

Lebih parah lagi, dirinya menilai pengawasan dari pemerintah terhadap perusahaan outsourcing yang sudah ada sangat lemah.

“Kita menuntut pemerintah lebih selektif memberikan izin perusahaan outsourcing.Pengawasan juga harus lebih ketat. Jangan memberi izin sembarangan. Harus ada pemeriksaan dulu, peralatannya, infrastrukturnya, perusahaan itu harus punya modal, ada kantor, ada cadangan dana, peralatan yang jelas,” paparnya.

Baginya, sistem kontrak individu lebih mensejahterakan pekerja karena perusahaan memberikan jaminan masa depan. “ Ada jaminan ketika kontrak dengan sistem individu, selain ada masa depan bagi pekerja juga tanggung jawab perusahaan jelas untuk mereka” tutur anggota komisi 4 yang membidangi ketenagakerjaan ini.

BACA JUGA:  Gubernur Cabut Izin Tambang 3 Perusahaan di Kotabaru

Reporter : Edhy Dharmawan

Editor : Didin Ariyadi

Foto : Koleksi Pribadi

 

L

Pos terkait