Buruh Bandingkan Pelayanan BPJS dan Jamsostek

  • Whatsapp
Wakil walikota, Hermansyah, saat memberikan bingkisan sembako kepada buruh dalam acara
L

Wartaniaga.com, Banjarmasin-Masalah penuhnya ruangan rumah sakit dalam kepesertaan BPJS Kesehatan muncul saat tuntutan ratusan buruh yang berkumpul dalam peringatatan hari buruh (may day) 1 Mei di Balaikota Banjarmasin, Selasa (1/5).

Dalam acara hadir Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah dan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja, Prio Eko, serta tamu undangan dari BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.

Muat Lebih

Acara peringatan yang dilakukan dengan dialog interaktif itu, menurut Aminullah, buruh dari PT Tanjung Raya Timber, selain menuntut soal honor, soal layanan kesehatan juga menjadi sorotan pihaknya terlebih pada pasilitas ruangan rumah sakit yang penuh.

“Saya kurang paham, apakah penyebab penuhnya kamar pasien itu benar terjadi atau hanya permainan oknum rumah sakit. ,” tuturnya saat menyampaikan aspirasinya dalam dialog.

BACA JUGA:  Ini Kesekiankalinya Hipmi Banjar Berbagi

Ia melanjutkan, soal itu apakah karena kepesertaan jaminan BPJS. Menurutnya bila dibanding dulu sebelum ada BPJS yakni masih Jamsostek, masalah ini tidak pernah ada. Itu justru mendapatkan pelayanan cepat, tidak seperti saat menjadi peserta BPJS.

“Mengapa hak kami mendapat pelayanan kesehatan seakan terhambat. Jauh bila saat kami masih dalam jaminan Jamsostek. Disana kami mendapat pelayanan yang baik,” tutur pria yang sudah bekerja menjadi buruh puluhan tahun ini.

Aspirasi buruh diatas, langsung mendapat tanggapan dari BPJS Kesehatan Banjarmasin, dalam itu ditanggapi oleh Kepala Bidang Kepesertaan dan pelayanan peserta, Henny. Henny menuturkan, sebenarnya pihaknya bisa mencarikan solusi soal penuhnya kamar rumah sakit untuk pasien itu. Hanya saja butuh laporan atau konfirmasi ke pihaknya atau bisa melalui kotak surat yang ada di rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan BPJS. Sehingga itu pihaknya akan merujuk ke RS lain yang ruangan masih mempuni pasien.

BACA JUGA:  Yudha Resmi Jabat Dirut PDAM Bandarmasih

“Apabila tidak ada laporan kepada kami,  kami anggap pelayaanan baik saja. Maka dari itu saya harapkan warga peserta BPJS melapor agar segera mendapat haknya. Bila soal permainan kamar, itu urusan pihak rumah sakit mengenai oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Henny melanjutkan, di Banjarmasin ada banyak rumah sakit yang bekerjasama dengan pihaknya, itu yakni RSUD Ulin, RS Anshari Saleh selalu RS milik pemerintah. Kemudian milik swasta seperti RS Islam, RS Siaga dan RS Sari Mulia.

 

“Harusnya masalah penuhnya kamar rumah sakit itu bisa dirujuk ke RS lainnya yang bekerjasama dengan BPJS, selama pasien melapor, kami akan mencarikan alternatif RS,” bebernya.

BACA JUGA:  Terkena Sanksi PBB, Ekonomi Korut Masih Mampu Tumbuh

Hal tersebut juga mendapat tanggapan oleh Wakil Walikota Banjarmasin, Hermansyah. ia menyayangkan persoalan kamar pasien itu terjadi, sebut saja di RSUD Ulin yang banyak menerima laporan. Hal ini harus diupayakan, misalnya mencari RS lainnya, misalanya seperti RS Islam, RS Siaga.

“Mudahan saja RS Sultan Suriansyah tahun depan bisa beroperasi, sehingga bisa menampung apa yang menjadi keluhan warga tersebut,” ucapnya.

Hermansyah melanjutakan, terkait apa yang menjadi tuntutan dan permintaan kaum buruh dalam acara itu. Ia sebagai pemko terus berupaya membantu dan mendukung. Sebab bagaimana pun ini demi kesejahteraan warga Banjarmasin.

Reporter : Hamdani

Editor : Didin Ariyadi

Foto : Hamdani

L

Pos terkait