Dewi Motik : Didik Anak Anda Jadi Pengusaha

  • Whatsapp
Dewi Motik Pramono bersama ketua IWAPI Kalsel, Shinta Laksmi Dewi

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Pendiri  Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi), Dewi Motik Pramono mengajak  anggotanya untuk mendidik anak-anak menjadi pengusaha. Menurutnya,jumlah pengusaha di Indonesia baru sekitar 1,6 persen dari 250 juta jiwa. Jumlah ini masih kurang dari kata ideal yang harusnya 2 persen lebih.

“ Umumnya anak muda bercita-cita untuk menjadi seorang karyawan di perusahaan bonafit dengan gaji besar, atau di zona nyaman dengan menjadi ASN. Ini pola pikir  yang harus kita ubah bersama mulai Iwapi ” ujarnya kepada wartaniaga.com beberapa waktu lalu di Banjarmasin

Muat Lebih

BACA JUGA:  Tax Gathering 2018, Sinergi Bangun Banua

Lebih lanjut, Dewi Motik mengungkapkan negara maju setidaknya memiliki 5 persen pengusaha. “ Dibandingkan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Vietnam kita masih kalah jumlah pengusahanya” katanya seraya menambahkan Singapura 7 persen, Malaysia 5 persen dan Vietnam 3 persen.

Untuk itu, dirinya berharap anggota Iwapi dapat mendidik anak-anak mereka menjadi pengusaha agar mampu mendorong perekonomian daerah maupun nasional lebih sehat.

Baginya dengan banyaknya pengusaha akan berdampak positif terhadap perekonomian, antara lain terciptanya lapangan pekerjaan.

“ Pengusaha pasti akan  menyerap lebih banyak angkatan kerja, industri terus bergerak, daya beli masyarakat meningkat, permintaan akan melonjak lagi dan lainnya yang berdampak positif terhadap ekonomi” jelas pendiri Yayasan Puteri Ayu ini

BACA JUGA:  Ini Syarat Untuk Menjadi Entrepreneur Sukses Menurut Sandiaga Uno

Ditambahkannya, Iwapi sebagai organisasi pengusaha wanita sudah sepantasnya mampu melahirkan pengusaha baru. Maka, tidak salah jika dirinya berharap anggota Iwapi dapat mendidik anak-anaknya menjadi pengusaha.

“ Tidak salah kiranya saya berharap kepada para anggota Iwapi untuk mendidik anak-anak mereka menjadi pengusaha dan melahirkan enterprenuer yang mampu berperan disektor ekonomi baik tingkat daerah terlebih lagi nasional” kata dosen  Universitas Negeri Jakarta ini.

Reporter : ***

Editor : Didin Ariyadi

Foto : Didin Ariyadi

Pos terkait