Garam Langka, Pelaku Usaha Kuliner Tidak Naikan Harga

  • Whatsapp
Salah satu garam yang beredar di pasaran ( foto : Edy Koesmono)

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Kelangkan garam di pasar dalam beberapa waktu ini cukup berdampak terhadap pelaku usaha kuliner.  Akibatnya harganya meningkat hingga 100 persen lebih, contohnya garam cap Kapal Layar 250 gram yang semula Rp. 1.000 menjadi Rp.4.000.

Merry Yulia, salah seorang pelaku usaha kuliner mengungkapkan kelangkaan garam cukup berpengaruh terhadap bisnisnya. Bahkan, menurutnya dalam beberapa hari lalu dirinya sangat kesulitan mencari garam di pasar.

Muat Lebih

“ Mau apalagi, sebagai usaha yang bergantung pada bumbu termasuk garam kami tidak bisa berbuat apa-apa. Walau tidak begitu banyak memerlukannya tetapi cukup kesulitan jika garam langka dan harganya naik” ujar pemilik catering Ghazwan ini.

BACA JUGA:  Bulan Maulid Berkah Bagi Pedagang Ayam di Banjarmasin

Namun demikian, ibu dua anak  tetap bersyukur usaha kulinernya tidak terganggu akibat masalah ini. Baginya, biar harga mahal tetap dibeli agar usaha yang dijalankanya tidak terpengaruh akibat kelangkaanya. Bahkan, pemilik usaha yang beralamat di kawasan Sungai Andai ini tidak berniat menaikan harnya.

“ Sementara ini tidak ada keinginan untuk menaikan harga, lagi pula catering kami lebih banyak melayani berdasarkan pesanan saja sehingga hal ini masih bisa di atasi” katanya

Senada dengan Merry, Aulia Abdi pemilik Rumah Sambal Acan Raja Banjar juga mengaku belum berencana menaikan harga akibat mahalnya harga garam di pasaran. Meski begitu, dirinya mengaku sempat terkejut melihat harga yang sangat tajam naiknya.

BACA JUGA:  Bupati Tanah Laut dan Wakilnya Kompak Lakukan Pengawinan Jagung Secara Manual

“ Kalau langka sekali sih tidak, tetapi harganya sangat mahal, kenikannya bahkan lebih dari 100 persen.Biasa beli hanya 70 an ribu saja satu karton sekarang hampir 200 an ribu untuk merk Kapal Layar” jelasnya.

Pemilik 4 cabang usaha kuliner ini berharap kondisi ini hanya bersifat sementara sehinga tidak akan berpengaruh terhadap pengusaha kuliner.

“ saya berharap kelangkaan ini tidak berlangsung lama dan pemerintah dapat mengatasinya sehingga pelaku usaha kuliner seperti kami ini tidak terpengaruh terdahap masalah ini “ ujarnya kepada wartaniaga.com.

Reporter : Edy Koesmono

Editor : Didin Ariyadi

Foto : Edy Koesmono

Pos terkait