Masyarakat Banjarmasin Tidak Masalahkan Kenaikan Garam

  • Whatsapp
Kadis Perdagangan & Perindustrian Kota Banjarmasin, H Khairil Anwar saat (Foto :Net)

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Kenaikan harga garam yang akhir- akhir cendrung tidak terkendali rupanya tidak menjadi permasalahan berarti bagi masyarakat Banjarmasin. Hal ini diungkapkan Kasi Monitoring Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Bilfagih.

Menurutnya meski kenaikannya hampir mencapai 400 persen, namun sepertinya masyarakat tiadk begitu mempersoalkan.  Hanya saja, para pedagang sembako di Pasar Sentral Antasari,  terpaksa mengurangi stok  garam, dimana tadinya menyediakan ratusan pack, kini menjadi puluhan saja.

Muat Lebih

Fagih menambahkan, harga normal garam di Banjarmasin awalnya hanya Rp 45 ribu perbalnya. Setelah imbas itu, harga melonjak naik dari Rp 100 hingga Rp 120 ribu.

BACA JUGA:  Ini Hasil Sidak Paman Birin di Pasar Antasari

“Setiap bal itu ada 10 pack garam kemasan. Harganya bervariasi tergantung merek. Namun yang pastinya kenaikan garam tidak menjadi persoalan berat, apabila dibanding dengan naikknya gula, beras, atau juga bahan bakar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Khairil Anwar berharap kenaikan garam tersebut tidak berlangsung lama. Karena apabila berlangsung lama, takutnya harga semakin naik lagi. “Bila itu terjadi, pastinya akan menyebabkan permasalahan ekonomi,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, pihaknya selaku instansi yang mengawasai perdagangan di kota ini, selalu memonitoring tidak saja pada garam, namun juga semua bahan pokok lainnya seperti beras yang kini juga mulai diributkan terkait oplosan beras. “Kami terus melakukan pengawasan terhadap perdagangan dan perindustrian di kota ini,” katanya.

BACA JUGA:  Dini Hari, Jago Merah Lalap 48 Rumah Warga di Banjarmasin

Reporter : Dhani

Editor : Didin Ariyadi

Foto : Net

Pos terkait