Pertumbuhan UMKM Di Kalsel Makin Sehat

  • Whatsapp
Kepala Kantor Wilayah VIII Jamkrindo Kalimantan, Acmad Muhlison

Wartaniaga.com, Banjarmasin-Pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan dinilai oleh Kepala Kantor Wilayah VIII ( Kakanwil) Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Kalimantan, Acmad Muhlison semakin sehat. Penilaian ini bukan tanpa alasan mengingat klaim Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga semester pertama tahun ini jauh menurun dibandingkan tahun 2016 yang lalu.

“ Pada tahun ini kalim penjaminan KUR sampai semester pertama ini sebesar Rp 8,26 miliyar, jumlah ini lebih kecil dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp. 13,54 miliyar atau mengalami penurunan sebanyak 38% “ katanya.

Muat Lebih

BACA JUGA:  Tingkatkan Pelayanan, PDAM Perlu Dana 800 Miliar

Data ini menunjukan bahwa UMKM sudah mulai mampu mengatur usahanya dan membayar angsuran kredit kepada pihak perbankan.  Dengan demikian, tambahnya pihak perbankan tidak perlu melakukan klaim ke perusahaannya karena adanya kerugian kredit.

Di sisi lain pertumbuhan yang sehat ini membawa dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data yang dimiliki Jamkrido Wilayah Kalimantan, dari jumlah 22.200 UMKM yang dijaminnya mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 28.715 orang.

Lebih lanjut Muhlison menuturkan pihaknya selalu melakukan pembinaan dan sosialisasi terhadap UMKM.

“ Meningkatkan  kesadaran UMKM bahwa uang yang mereka pinjam dari perbankan adalah uang masyarakat dan harus dikembalikan yang bunganya juga telah disubsidi pemerintah” ujarnya

BACA JUGA:  Sekdaprop Harapkan KUR Dimanfaatkan, Demi Majukan UMKM

Selain itu, Jamkrindo juga selalu berkoordinasi dengan bank-bank penyalur KUR agar mengedepankan unsur kehati-hatian dalam memberikan kredit. Hal ini dilakukan dengan harapan setiap tahunnya klaim KUR semakin menurun.

Sementara itu, untuk tahun 2017 ini pihaknya akan menargetkan volume penjaminan sebesar Rp.1,1 triliun. Pada semester I ini target itu sudah tercapai sebanyak 51%  atau Rp. 558 miliyar.

“Alhamdulillah volume penjaminan kita untuk KUR pada pertengah tahun ini sudah mencapai 51% dari target yang ditetapkan yakni Rp 1,1 triliun. Sedangkan untuk yang non KUR lebih pencapaianya lebih besar sudah diangka 55% dari  target Rp 2,8 triliun” jelasnya

Meski demikian secara keseluruhan volume penjaminan  Jamkrindo Wilayah Kalimantan masih didominasi  oleh non KUR yang mencapai 70 persen. Ini dikarenakan sektor UMKM pembiayaan tidak sebesar sektor  non KUR yang meliputi proyek pemerintah, properti dan industri lainnya.

BACA JUGA:  Tekan Kenaikan Harga Gula Pasir, Pemerintah Pasok 30 Ton

Reporter :***

Editor : Didin Ariyadi

Foto : Didin Ariyadi

Pos terkait