Ervin : Mau Jadi Ketua Hipmi ?. Ini Syaratnya !

  • Whatsapp
Gusti Ervin Wardhana Ketua BPD Hipmi Kalsel

Wartaniaga.com,Banjarmasin- Meski Musyawarah Daerah (Musda) Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD-HIPMI) Kalimantan Selatan rencana digelar September mendatang, namun sudah ada beberapa nama yang muncul dan berkeinginan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Gusti Ervin Wardhana.

Menanggapi hal itu, dirinya merasa itu adalah hal yang lumrah terjadi di sebuah organisasi, tetapi dirinya mengingatkan, calon yang nantinya bersaing harus sesuai dengan mekanisme serta ADART organisasi.

Muat Lebih

“ Memang saat ini sudah ada beberapa nama yang berkeinginan menjadi pengganti saya. Jika calon tersebut telah memenuhi syarat yang digariskan ADART maka silahkan saja bersaing secara sehat demi kemajuan organisasi” ujarnya kepada wartaniaga.com

BACA JUGA:  Mantapkan Program Kerja, Hipmi Banjar Rapat di Loksado

Berdasarkan ketentuan syarat untuk menjadi ketua Hipmi selain memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) yang disahkan oleh Pengurus Pusat juga usia tidak melebih dari 41 tahun.

“ Pastinya harus memiliki KTA yang sah dari Pengurus Pusat, umur tidak lebih dari 41 tahun saat Musda nanti, pernah mengikuti diklat  dan yang terpenting adalah pernah menjadi pengurus harian minimal 1 periode kepengurusan” kata Ervin seraya manambahkan ini merupakan syarat formalnya.

Lantas apa syarat informalnya, Ervin mengungkapkan, seorang ketua Hipmi haruslah royal kepada organisasi.

“ Banyak kegiatan organisasi yang yang diluar program kerja, maka sebagai ketua harus bertanggung jawab melaksanakannya. Pada umumnya kegiatan ini bersifat dadakan dan diluar dari perencaannya” terangnya.

BACA JUGA:  Festival Buah Lokal di Balangan Diserbu Warga

Seringkali ada rapat di Jakarta yang harus melibatkan ketua-ketua BPD atau kedatangan tamu dari pengurus pusat adalah contoh kegiatan yang harus mengeluarkan dana pribadi ketua. Selain itu, dirinya tidak jarang kekurangan dana kegiatan program Hipmi menjadi tanggung jawab ketua.

Berdasarkan pengalamannya, untuk menghidupkan organisasi tidak bisa hanya berharap dari kas yang ada. Jika demikian, menurut Ervin maka organisasi akan minim kegiatan sebab dana untuk membiayanya tidak ada. “ Solusinya ketuanya harus royal” tandasnya.

Dirinya berharap, siapapun yang menggantikannya akan dapat menjadikan organisasi ini lebih baik dan menjalankannya secara professional.

“ Harapan saya ketua yang terpilih nanti dapat menjalankan organisasi secara professional, mampu menjalankan semua program kerja yang di rencanakan untuk menjadikan organisasi ini lebih baik. Dan yang terpenting mampu mencarikan solusi keuangan organisasi agar program berjalan lancar” katanya.

BACA JUGA:  Akhirnya R-APBD Perubahan Tahun 2020 Disetujui, Paman Birin Mantapkan Pembangunan

Reporter : Yosii B

Editor : Didin Ariyadi

Foto : Edy Koesmono

Pos terkait