Ini Beda Deposito dengan Saham, mana yang Menguntungkan?

  • Whatsapp
Branch manager phillip capital, Yuni Sasmita menunjukan pergerakan saham di bursa efek jakarta (wartaniaga.com - Foto: Didin Ariyadi)

WartaNiaga.com, Banjarmasin – Industri keuangan memang banyak mengeluarkan produk investasi mulai dari Reksadana, Saham dan Deposito. Deposito menjadi instrumen investasi yang paling populer dibandingkan dengan Reksadana dan Saham.

Namun Tahukah anda, Investasi di Reksadana dan Saham lebih menguntungkan dibanding dengan Deposito, mengapa ?  Menurut Yuni Sasmita, Branch Manager Phillip Securitas  Banjarmasin, Saham memberikan return yang tinggi dibandingkan dengan Deposito.

Muat Lebih

”Deposito paling tinggi memberikan bunga sekitar 8% pertahun, jumlah itupun nantinya akan dipotong lagi oleh pajak dan administrasi bank. Sedangkan ketika kita berinvestasi saham dipasarmodal return yang didapatkan bisa mencapai 30% pertahun dari deviden bahkan bisa jadi lebih jika kita mendapatkan capital gain (keuntungan penjualan) “ Jelasnya. Selain itu, untuk berinvestasi dipasar modal tidak perlu memulainya dengan banyak uang seperti halnya deposito yang ada batasan minimal.

BACA JUGA:  Kalsel Berpotensi Menjadi Ibukota Negara

“Memiliki uang ratusan ribu saja sudah dapat berinvestasi membeli saham, beda dengan deposito yang memiliki batas minimal, puluhan bahkan ratusan juta serta akan mendapatkan finalty jika melakukan pengambilan sebelum batas waktu kesepakatan” ujarnya.
Menariknya lagi, investor dapat membeli beberapa saham blue chip (unggulan) meskipun hanya memiliki uang hanya jutaan rupiah.

“Saham perbankan, industri rokok dan BUMN sebagian besar adalah saham blue chip atau unggulan yang seringkali memberikan return tinggi meskipun harganya juga relatif mahal. Namun jangan khawatir jika calon investor hanya memiliki uang jutaan rupiah bukan berarti tidak dapat membeli saham karena minimal pembelian saham hanya 1 lot atau 100 lembar, maka jika harga saham blue chip Rp. 7.000 perlembar maka hanya perlu Rp. 700.000,- saja sudah menjadi investor diperusahaan ternama di Indonesia” jelasnya.

BACA JUGA:  Peringati Bulan Inklusi Keuangan, Bursa Efek Indonesia Gelar Investival

Saat ini berinvestasi di pasar modal juga lebih mudah, tidak perlu bertransaksi ke Bursa Efek tetapi cukup melalui internet saja. Terlebih lagi sudah banyak juga aplikasi yang memudahkan para investor untuk memantau pergerakan saham setiap harinya.

“Nah, tunggu apalagi, berinvestasi dipasar modal lebih murah, mudah, keuntungannya juga besar (return tinggi) dibandingkan dengan menyimpan uang di deposito. Kami dari Phillip Capital siap membantu anda untuk belajar bertransaksi di pasr modal” katanya kepada wartaniaga.com.

Reporter : ***
Editor : Didin Ariyadi
Foto : Didin Ariyadi

Pos terkait