Ekonom Prediksi Tahun Ini Dunia Usaha Membaik

  • Whatsapp

Wartaniaga.com,Banjarmasin-Nilai tukar rupiah memasuki akhir bulan Februari ini mulai membaik, berada dilevel Rp 13.900  setelah sempat terpuruk hingga mencapai Rp 15.000 per dollar AS. Hal ini menumbuhkan rasa optimis masyarakat terlebih lagi pelaku usaha.

Direktur Utama Kalsel Ventura, Hasan Ruspandi, memperkirakan seiring dengan mulai membaiknya nilai tukar rupiah dan harga batu bara dunia yang mencapai 100 dollar As akan turut berdampak positif terhadap dunia usaha.

Muat Lebih

“ Sebagai provinsi yang menjadikan sektor pertambangan dan perkebunan komoditas unggulan tentunya ekonomi Kalsel turut membaik” ujarnya kepada wartaniaga.com, Rabu (20/2).

BACA JUGA:  Bank Kalsel Buka BPS Bagi Para Calon Haji
  Direktur Utama Kalsel Ventura, Hasan Ruspandi

Menurutnya, membaiknya sektor pertambangan memiliki dampak yang luas terhadap dunia usaha di daerah.  “ Geliat mulai membaiknya ekonomi dikarenakan sektor pertambangan mulai terasa di awal 2018 yang lalu” ungkapnya.

Terbukti, tambah Hasan, bisnis  turunan pertambangan sudah mulai bergerak, ini dirasakan oleh masyarakat yang berada disekitarnya.

“ Secara langsung atau tidak langsung peningkatan sektor pertambangan berdampak terhadap usaha lainnya  seperti bisnis turunannya, usaha kuliner bahkan UMKM” ucapnya.

Selain itu, berdasarkan data dari Bank Indonesia pertumbuhan ekonomi Kalsel pada  tahun 2018 kemarin naik sebesar 5 persen. Berdasarkan itulah dirinya memprediksi dunia usaha juga  akan ikut  membaik.

“ Meski masih berada di bawah nasional, namun ekonomi Kalsel tetap tumbuh dan pada tahun ini momentum Pemilu akan menjadi titik perbaikan ekonomi ke depan setelah terpilihnya pemimpin yang baru” papar Hasan seraya menyatakan optimisnya terhadap ekonomi dan dunia usaha di tahun ini.

BACA JUGA:  Polsek Matraman Bekuk Pembakar Lahan

Senada dengan Hasan, Ekonom Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Dr Dian Marsita Dewi, SE.MM menilai tumbuhnya sektor ekonomi di Banua masih didominasi sektor pertambangan sebagai penopangnya.

“ Terdorong oleh sektor pertambangan yang mulai membaik, namun komoditas ini tidak dapat menjadi pegangan jangka panjang” terang dosen Manajeman Keuangan Internasional ini.

Meski demikian dirinya menilai UMKM mampu menggeser sektor pertambangan khususnya batu bara jika dikelola dan didukung penuh pemerintah.

“ Pemerintah harus mendorong sektor UMKM agar mampu menjadi penopang ekonomi dan dunia usaha meski optimis tahun ini sebagai momentum kebangkitan” imbuhnya

Penulis : Didin Ariyadi

Foto : Didin Ariyadi

Pos terkait