“Bagi kita cukup dengan usaha ada modal kecil berjualan kue atau makanan pesanan sudah cukup, dari pada meminta bantuan UMKM yang prosesnya sulit dan tak diketahui kemana kita memintanya,” ucap pedagang kue, warga Pasar Kuripan, Diana.
Sempat mengurus semua administrasi untuk mendapat bantuan UMKM, rupanya membuat ia jera karena terkendala dengan beberapa syarat yang diwajibkan.
“Intinya, kita harus modal dulu dan usaha kita terlihat mapan supaya dapat bantuan. Kalau sudah mapan buat apa kita minta bantu, itu artinya tanam modal,” katanya.
Hal ini membuat masyarakat pesimis dengan kemajuan UMKM yang dinilai belum mampu merangkul semua usaha micro di masyarakat.
“Pertama kita harus buka rekening, kedua memiliki usaha yang sudah cukup berjalan, ketiga tak boleh ada pinjaman atau pernah meminjam di bank sebelumnya. Itu diantara syarat yang harus kita penuhi, terjs terang usaha bengkel kita naik turun dan pastinya tak bisa penuhi syarat itu,” ucap Maulana, salah satu mekanik bengkel di Jl Veteran.
Untuk itu, kendati termasuk UMKM, pemilik bengkel kecil di Banjarmasin juga enggan untuk meminjam UMKM karena merasa pesimis bisa mendapatkannya.



















