Waspada Hama Wareng, Distan Balangan Lakukan OPT 37 Hektar Sawah

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Paringin – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Balangan bersama dengan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Melakukan gerakan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Pada tanaman padi yang terkena hama wereng batang coklat, di Desa Bihara Hilir, Kecamatan Awayan, Kamis (18/2).

Didapati tanaman padi yang mengalami serangan OPT hama wereng seluas 2 hektar dari luas tanam 45 hektar dengan intensitas serangan 37,8 persen, sedangkan luas tanam dengan status waspada penyebaran hama wereng seluas 13 hektar dengan luas pengendalian hama 10 hektar.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Balangan, Rahmadi menyampaikan, perlunya pengendalian dini, agar Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Jenis hama wereng batang coklat bisa cepat di kendalikan.

BACA JUGA:  Pemprov Kalsel Periksa Ketersediaan Beras Bulog

“Jangan sampai terlambat melakukan pengendalian, maka dari itu petani harus cepat lakukan pengendalian. Kita berharap dalam tiga hari kedepan bisa selesai melakukan pengendalian. Sehingga wilayah terdampak tidak meluas, dan tidak mengganggu produksi padi,”tuturnya.

Selain itu menurutnya, perlunya gerakan tanam serentak oleh para petani agar dapat memudahkan pengendalian jika terserang penyakit atau organisme pengganggu tanaman.

“Petani juga perlu menggunaan varietas unggul dan berbeda dengan jenis padi yang diserang ini. Agar tahan serangan OPT, seperti wereng coklat,” ujarnya.

Kedepannya Dinas Pertanian juga akan membantu petani untuk menyediakan varietas unggul tahan serangan OPT dan akan mengadakan stok obat-obatan yang diperlukan petani untuk menanggulangi hama penyakit.

BACA JUGA:  Memajukan UKM, Uniska Dapat Penghargaan ICSB

Sementara itu, Kepala Laboratorium Pengamatan dan Pengendalian Hama Penyakit Tanaman Pangan dan Hortikultura, M. Astalani mengatakan, OPT jenis hawa wereng batang coklat memang menyerang ditempat yang sama atau tempat yang pernah terserang di tahun sebelumnya.

“Cara yang paling tepat dilakukan agar tidak kembali diserang OPT wereng ini, dengan mengganti varietas unggul yang tahan serangan wereng, dan apabila tidak diganti maka setiap tahun akan terancam terus diserang wereng batang coklat,”jelasnya.

Ia juga menjelaskan jenis OPT hama wereng batang coklat sangat cepat berkembang dan cepat merusak tanaman. Sehingga perlunya pengendalian yang serius dan cepat.

“Jika dalam satu rumpun padi masih berjumlah sekitar 20 ekor hama wereng maka secepatnya di kendalikan dengan penyemprotan obat-obatan kepangkal batang tanaman. Dan jika sudah sampai 50 ekor perumpun maka akan dapat menyebabkan tanaman menguning dan kering,”pungkasnya.

BACA JUGA:  Ikan Gabus Masih Menjadi Salah Satu Penyumbang Inflasi di Kalsel

 

Reporter : Siti Nur Jannah
Editor : Didin

Pos terkait