Nelayan Keluhkan Biaya Pembuatan Akta Notaris Mahal untuk Dapatkan Dana Hibah

  • Whatsapp

Wartaniaga.com, Banjarmasin- Nelayan Kalimantan Selatan keluhkan syarat-syarat yang dinilai berat untuk mendapatkan bantuan dana hibah dari Pusat maupun APBD Provinsi.

Wakil Ketua DPRD Provinsi kalimantan Selatan, M. Syaripuddin, S. E, M. A. P,  menjelaskan, dalam hal penerimaan dana hibah, terdapat satu syarat yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri harus mempunyai akta notaris.

“Biaya pembuatan akta notaris Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan berbeda-beda dan mahal,” ucap Bang Dhin sapaan akrabnya, Rabu (17/2).

Ia mengatakan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan akta notaris sangat bervariasi di tiap Kabupaten Kota, mulai dari angka Rp 2 juta, Rp 3 juta, hingga Rp 5 juta.

“Ini menjadi keluhan dari para nelayan untuk mendapatkan dana hibah,” ujarnya.

BACA JUGA:  Gairahkan Ekonomi, Dandim 1009/Plh Sambangi Petani Kopi Desa Pemalongan

Oleh karena itu, dirinya berharap pemerintah terkait dapat memberikan keringanan kepada para nelayan dalam membuat akta notaris.

“Tugas kami juga untuk memperjuangkan aspirasi nelayan untuk mendapatkan dana hibah dan tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku,” bebernya.

Lebih lanjut, dirinya akan mempertanyakan kepada Pemerintah Pusat terlebih khusus Kementerian Dalam Negeri terkait aturan, agar bisa meringankan aturan yang telah ada, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan dana hibah.

“Pembuatan akta notaris saja sudah besar, kalau mendapatkan dana hibah mencapai Rp 100 juta atau Rp 200 juta tidak masalah, kalau hanya Rp 10 juta atau Rp 20 juta,” paparnya.

Pos terkait