Mendorong Percepatan Penyerapan Fiskal dan Peningkatan Sektor Ekonomi Potensial

Keempat, ditengah keterbatasan sumber pembiayaan untuk mendorong perekonomian, upaya pemulihan harus lebih selektif dan difokuskan pada sektor-sektor prioritas sehingga tercapai hasil yang maksimal.  Untuk mendorong pemulihan ekonomi di Kalsel, berfokus pada sektor yang berdampak  pada nilai tambah besar pada perekonomian dan berisko penyebaran COVID-19 yang rendah.  Sektor yang didorong yaitu; a. Kelompok dengan risiko medium dan dampak medium seperti transportasi dan pergudangan, b.  Kelompok dengan risiko medium dan dampak tinggi seperti;  industry pengolahan dan konstruksi, c.  Kelompok dengan resiko medium dan dampak medium seperti pertambangan dan  penggalian serta pertanian, kehutanan dan perikanan dan d.  Kelompok dengan risiko rendah dan dampak tinggi seperti tanaman pangan, informasi dan komunikasi, perkebunan semusim dan peternakan.

Kelima, Rekomendasi untuk mendorong percepatan penyerapan fiskal dan peningkatan sektor ekonomi potensial : a. Percepatan realisasi fiskal daerah, b. Pengawalan dan percepatan proses pembukaan sektor ekonomi daerah, yaitu pertanian (Kabupaten Banjar dan Tanah Bumbu), Industri Pengolahan ( Kab Banjar dan Kota Banjarmasin).  Transportasi dan Komunikasi ( Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, Kab Banjar dan Tanah Bumbu) dan Hilirisasi Tambang  ( Kab Banjar dan tanah Bumbu), c.  Mendorong percepatan onboarding UMKM dan d. Mendorong percepatan dan perluasan penggunaan QRIS.

Sementara itu, Gumilang Aryo Sahadewo, SE MA PhD  memaparan mengenai alternative dan strategi program pengembangan sektor prioritas.  Kemudian Sandiaga S Uno mengulas seputar potensi ekonomi, peranan UMKM dan pemanfaatan teknologi yang dapat diguanakan oleh UMKM di Kalsel dalam pengembangan usahanya.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif  dan apresiasi dari stakeholders, baik instansi, akademisi, perbankan, pelaku usaha dan mahasiswa.

Dan pada kegiatan ini ada bebera penghargaan diberikan kepada tujuh (7) responden terbaik dari lima (5) katagori: 1. Kategori Liaison; PT Suryagita Nusaraya , PT Adaro Indonesia, PT Jhonlin Group, 2.  Kategori Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU); PT Karunia Anugerah Tritungga, 3.  Kategori Survei Harga Properti Residensial (SHPR) ; PT Danau Rezeki ( Anugerah Dian Regency), 4.  Kategori   Pedagang Eceran (SPE); Trio Honda Motor, dan 5.  Kategori Pusat Informasi Pangan Strategis (PIHPS) ; Kelompok Tani Sukamara.

 

Reporter : Edhy Dharmawan

Editor : Aditya

 

Pos terkait