Mendorong Percepatan Penyerapan Fiskal dan Peningkatan Sektor Ekonomi Potensial

  • Whatsapp

Wartaniaga com, Banjarmasin-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (KPw BI Prov Kalsel) menyelenggarakan Seminar Ekonomi dan Bisnis dengan tema “Mendorong Percepatan Penyerapan Fiskal dan Peningkatan  Sektor Ekonomi  Potensial”  Seminar dibuka oleh Plt Gubernur Kalsel Drs H Rudy Resnawan MBA, dengan keynote speaker Sandiaga Salahuddin Uno, BBA MBA Phd dan narasumber Gumilang Aryo Sadewo SE MA Phd.

Seminar ini bertujuan untuk mendiseminasikan Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Kalsel edisi Agustus 2020, sekaligus memberikan apresiasi kepada stakeholder yang selama ini membantu KPw BI Provinsi Kalsel dalam pelaksanaan survey dan liaison.

Amanlison Sembiring, Kepala  KPw BI Kalsel memaparkan, pertumbuhan ekonomi Kalsel 2020 diperkirakan tumbuh lebih rendah dibandingkan 2019. Hal ini dikarenakan menurunnya permintaan domestik, terbatasnya fiskal daerah serta penurunan ekspor akibat penurunan permintaan terhadap produk ekpor utama kalsel. Hal ini menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi kalsel 2020.

BACA JUGA:  KalSel Lebih Pantas Sebagai Alternatif Ibu Kota

Kedua, Proyeksi ekonomi Kalsel tahun 2021 diprakirakan membaik dibanding tahun 2020, terutama didorong oleh konsumsi rumah tangga yang mulai pulih seiring penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).  Selain itu, konsumsi Pemerintah dan Investasi diprakirakan meningkat seiring berlanjutnya pengerjaan proyek investasi yang sempat tertunda. Dari sisi produksi, sektor pertambangan dan industri pengolahan diprakirakan akan meningkat sejalan dengan outlook harga komuditas global yang membaik.

Ketiga, Inflasi daerah Kalimantan Selatan di 2020 diprakirakan akan mengalami deflasi.Sementara itu di 2021 inflasi Kalimantan Selatan diprakirakan akan relative stabil dan terkendali.  BI akan tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah baik ditingkat pusat maupun daerah, untuk mengendalikan inflasi agar berada dalam sasaran sebesar 3,0%  ± 1% pada 2021.

Pos terkait