Wartaniaga.com, Banjarmasin- Dinas Sosial Banjarmasin mengaku kesulitan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada para gelandangan yang kembali mendiami kolong Jembatan Pangeran Antasari, padahal para gelandangan tersebut sudah kerap terjaring operasi penertiban oleh Satpol PP Kota Banjarmasin.
Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Iwan Ristrianto berkata pihaknya saat ini kesusahan dalam mengedukasi dan memberikan pelajaran serta pemahaman kepada sejumlah warga yang mayoritas berasal dari kabupaten/kota tetangga yang mendiami kolong Jembatan Pangeran Antasari untuk mencari peruntungan dan menyambung hidup.
“Dari kami tidak bisa langsung beraksi kelapangan. Kalau membersihkan itu gampang. Tapi yang susah itu mengedukasi mereka supaya tidak kembali kesana” ucapnya kepada wartaniaga saat ditemui diruang kerja Kadinsos Banajrmasin, Selasa (22/10).
Namun Iwan mengaku masih bersyukur karena oknum yang kembali ke kolong jembatan jumlahnya tidak sebanyak ketika operasi tahun lalu. Namun dirinya berjanji akan tetap di tindak secara preventif dan mengedukasi mereka supaya tidak kembali ke kolong lagi.
Dari data yang terdapat di Dinas Sosial Kota Banjarmasin, kebanyakan gelandangan yang ada sekarang berasal dari luar daerah seperti daerah Hulu Sungai, Kalteng, malah yang paling banyak berasal dari Batola.
“Mereka yang berasal dari luar Banjarmasin sudah kami kembalikan kedaerah mereka masing-masing” tegas Iwan.
Pihak Dinsos sendiri sangat menghargai laporan masyarakat yang masuk berkenaan tentang tatakota dan hal lainnya yang berkenaan dengan tugas mereka. “Kami sangat mengapresiasi laporan masyarakat yang masuk. Dengan itu kami bisa tau apa yang terjadi pada masyarakat” tutupnya.
Reporter : Zakir
Editor : Mukta
Photo : Zakir





















