Pengembangan Biofuel dapat Mengurangi Import BBM

  • Whatsapp
Sekda Prov.Kalsel, Abdul Haris Makie bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Herawanto

Wartaniaga. com, Banjarmasin – Dikembangkannya Biofuel atau premium nabati berpotensi  mengurangi ketergantungan import Indonesia terhadap bahan bakar minyak (BBM).  Demikian disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia,  Herawanto disela – sela seminar ekonomi dan bisnis “Upaya Percepatan Hilirisasi Komoditi Unggulan Kalimantan Selatan : Peluang  Biofuel untuk Pemenuhan Kebutuhan Energi Domistik,” di kantor Bank Indonesia, Jum’at (5/7).

Menurutnya tantangan ekonomi Kalsel saat ini adalah untuk mengembangkan pertumbuhan ekonomi baru yang di antaranya  adalah agro bisnis dan agro industri.

“ Kebutuhan akan BBM setiap tahunya selalu meningkat seiring dengan pertumbuhan kendaraan, tentunya ini butuh solusi khususnya dalam pemenuhan bahan bakar. Biodisel dan biofuel adalah solusi yang tepat” ucapnya

BACA JUGA:  Barbershop Menjamur, Anan Pria Setia dengan Pangkas Rambutnya

Dikatakan Herawanto, Kalsel berpotensi besar untuk mengembangkan komoditas tersebut karena banyak memiliki perkebunan kelapa sawit sebagai bahan bakunya.

“ Kelebihan lainnya, bahan baku biofuel dipastikan selalu tersedia , berbeda dengan BBM yang selama ini digunakan  keberadaannya tidak dapat diperbaharui” terangnya

Bukan itu saja, dirinya juga menilai dengan potensi yang dimiliki daerah, tidak menutup kemungkinan Kalsel akan dapat mengekspor bahan bakar ini ke berbagai negara. “ Ada kemungkinan kita tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan daerah dan nasional tetapi juga negara lain” ujarnya seraya menambahkan sudah saatnya Kalsel mengurangi ketergantungan terhadap pertambangan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Prov. Kalsel. H Abdul Haris Makie mengatakan pengembangan komoditas biofuel ini selaras dengan visi ekonomi Kalsel.

BACA JUGA:  Bank Indonesia Sebut Tiket Pesawat Penyebab Inflasi

“ Ada lima visi ekonomi Kalsel, mulai dari pengembangan industri Jorong dan Batu Licin, Pariwisata dan UKM,  serta pengembangan agrobisnis dan industri yang di dalamnya termasuk biodisel dan biofuel” katanya.

Ditambahkannya, dukungan pemprov terhadap pengembangan agro bisnis dan industri itu dengan peremajaan perkebunan [review] sawit.  “ Sampai saat ini peremajaan yang kita lakukan sudah lebih dari  4.720 hektar” jelas Haris.

Untuk itu dirinya meminta dukungan semua pihak agar program ini berjalan  sesuai keinginan bersama.  “ Mari kita bersama mengkampanyekan sisi positif kelapa sawit, agar memberi hasil bagi banua” pintanya.

Reporter : Rani Novita Sari

Editor : Didin Ariyadi

Foto : Rani Novita Sari

BACA JUGA:  Perusahaan Wajib Bayar THR 7 Hari sebelum Lebaran

 

Pos terkait