Tegas, Masyarakat Murakata Tolak Tambang Batu Bara

  • Whatsapp
Angkutan batu bara melintas di sungai Barito ( Foto : wartaniaga.com)
L

Wartaniaga.com,Barabai- Aksi penolakan masyarakat Hulu Sungai Tengah (HST) terhadap pertambangan batu bara di daerahnya bukan saja dilakukan dengan menandatangi petisi yang disebarkan melalui online tetapi juga secara nyata. Minggu ( 14/1), ribuan masyarakat berkumpul di lapangan Dwi Warna untuk membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk penolakan.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati  HST, H A  Chairiansyah beserta beberapa unsur muspida setempat. Chairiansyah mengatakan pihaknya tegas menolakan pertambangan batubara  dan perkebunan kepala sawit di kabupaten yang terkenal dengan sebutan bumi Murakata ini.

Muat Lebih

BACA JUGA:  Kereta Api Kalimantan Masih Mencari Investor

“ Pada prinsipnya pemerintah HST menolak pertambangan batu bara, ini bukan hanya kebijakan pemerintah semata tetapi merupakan aspirasi masyarakat HST” uangkapnya.

Baginya pegunungan meratus adalah kawasan yang harus bebas dari pertambangan Karena merupakan jantung bagi kabupaten HST dan Kalsel secara umum. Dirinya juga berharap semua pihak bersatu menolak pertambangan ini.

Selain itu, petisi dukungan secara online yang disebarkan warga Barabai juga telah mendapat tandantangan ribuan orang. Bukan hanya warga HST yang berada di luar daerah  tetapi juga masyarakat Kalsel bahkan Indonesia ikut mendukung agar HST bebas tambang.

Bahkan rencananya gabungan mahasiswa HST yang berada di Banjarmasin akan melakukan unjuk rasa menolak dibatalkannya SK Menteri ESDM tersebut. Aksi penyampaian aspirasi ini akan dilaksanakan Selasa (16/1) dari perempatan Jalan Lambung Mangkurat yang kemudian bergerak menuju Gedung DPRD Kalsel.

BACA JUGA:  Keuangan Industri Syariah Miliki Potensi Besar Untuk Perekonomian.

Seperti diketahui aksi penolakan terhadap pertambangan di Kabupaten HST karena menyusul terbitnya surat edaran dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM RI) yang mempersilakan PT Mantimin Coal Mining (MCM), melakukan penambangan.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri ESDM bernomor 441.K/30/DJB/2017 ini kegiatan operasi produksi diberikan sejak tanggal 4 Desember 2017 sampai dengan 25 Desember 2034 atau 17 tahun. PT Mantimin Mining Coal akan melakukan kegiatan  penambangan, pengolahan, serta pengangkutan dan penjualan batubara di banua anam.

Surat Keputusan Menteri ESDM menyatakan penyesuaian tahap Kegiatan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT MCM menjadi tahap operasi produksi. Penambangan meliputi tiga Kabupaten, mulai dari Tabalong, Balangan dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dengan luas 5.908 hektare.

BACA JUGA:  Tahun 2019, Bank Indonesia Perkirakan Ekonomi Kalsel Meningkat 5,8 %

Penulis : Didin Ariyadi

Foto : Dokumentasi wartaniaga.com

 

L

Pos terkait