Jamkrida KalSel Catat Kredit Bermasalah Kurang 1 Persen

  • Whatsapp
monitoring terhadap nasabah juga dilakukan oleh Jamkrida demi bertahan pada posisi aman. wartaniaga.com - Rep/Foto: Didin Ariyadi

Wartaniaga.com,Banjarmasin – PT. Penjaminan Kredit Daerah atau Jamkrida Kalsel sampai saat triwulan pertama 2017 ini mengklaim masih berada di posisi aman terhadap non performing guarantee (NPG) atau kredit bermasalah.

“Alhamdulillah sampai triwulan pertama tahun ini rasio kredit bermasalah yang di jamin oleh Jamkrida masih dibawah 1 persen “ ujar Plt Direktur Utama Jamkrida Kalsel H Suyanto kepada wartaniaga.com.

Muat Lebih

Menurutnya angka ini masih berada pada posisi aman, dimana ambang batasnya adalah antara 5 hingga 10 persen.

Dirinya mengungkapkan, salah satu faktor yang membuat angka kredit bermasalah tidak melebih 1 persen karena adanya kepatuhan debitur dan prinsip kehati-hatian bank sebelum memberikan kredit.

BACA JUGA:  Koperasi Banyak Kolaps Karena Pengurus Tidak Serius

Selain itu, monitoring terhadap nasabah juga dilakukan oleh Jamkrida demi bertahan pada posisi aman.

“Kami memiliki sistem yang terintegrasi, proses analisa yang ketat dan monitoring per nasabah secara berkesinambungan” jelasnya.

Sejak beroperasi 3 tahun yang lalu hingga triwulan pertama 2017 ini, Jamkrida Kalsel telah memberikan jaminan kredit sebanyak 600 juta lebih. Dari jumlah itu sebanyak 40 persen yang dijamin merupakan sektor UMKM.

“ Sektor produktif khususnya pelaku UMKM seperti kerajinan, perdagangan, perkebunan dan peternakan mendapat jaminan 40 persen dari total Rp. 651.962.424,071,- ini sesuai dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sedangkan sisanya ada pada sektor lain” kata Suyanto.

Lebih lanjut Suyanto menjelaskan ada 6.832 pelaku usaha yang telah mendapat jaminan dari perusahaannya dan ini juga telah menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit.

BACA JUGA:  Pemprov Kalsel Optimis Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2020 Lebih Baik

“Sampai April 2017 ada sebanyak 6.832 UMKM yang terjamin dan dengan bergeraknya sektor ini juga telah menyerap tenaga kerja sebanyak 11.157 orang. Kondisi ini tentu berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah” katanya. (Reporter /Editor:: Didin Ariyadi)

Pos terkait